Siswi SMA berinisial F nan sempat dilaporkan lenyap selama tiga hari usai pergi berbareng laki-laki nan dikenalnya melalui aplikasi kencan pada Sabtu (29/8), ditemukan di sekitar Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (31/8).
Kanit Reskrim Polsek Matraman Iptu Ferdian mengatakan, F ditemukan pada Senin malam. Setelah itu, F dibawa ke Polsek Matraman dan dimintai keterangan mengenai keberadaan dan kondisinya selama tidak pulang ke rumah.
"Ditanya juga jawab lancar. Ya normal sih jika menurut saya," kata Ferdian saat dihubungi kumparan, Kamis (3/9).
Ferdian mengatakan, kondisi F saat ditemukan secara kasat mata tampak normal. Polisi juga menilai F dapat berkomunikasi dengan baik ketika dimintai keterangan.
Saat dimintai keterangan, F mengaku tidak menginap di rumah laki-laki nan sebelumnya pergi bersamanya. Selama beberapa hari tidak pulang, F disebut lebih banyak begadang.
"Saya kan gitu tanya, 'Emang Anda nginep di mana?' 'Enggak, saya enggak nginep,' katanya gitu kan. Nggak dia, kan gitu. Begadang, berapa hari gitu. Intinya jika kasat mata sih baik-baik aja, diajak ngobrol juga tetap nyambung lah, gitu," jelas Ferdian.
Sebelumnya, F dilaporkan lenyap setelah pergi berbareng seorang laki-laki nan dikenalnya melalui aplikasi kencan pada Sabtu (29/8).
Pria nan diketahui berasal dari Bogor Jawa Barat itu sempat datang ke rumah F. Keduanya kemudian meminta izin kepada family untuk pergi.
Awalnya, mereka disebut berencana pergi ke Pademangan, Jakarta Utara. Setelah itu, F juga menyampaikan bakal pergi ke area Lapangan Banteng untuk menonton konser. Keluarga apalagi meminjamkan sepeda motor kepada F untuk bepergian.
Ferdian menegaskan, berasas keterangan awal nan diperoleh polisi, F pergi setelah berpamitan kepada keluarga. Karena itu, laporan awal nan dibuat family adalah laporan orang hilang, bukan dugaan penculikan.
"Jadi izinlah intinya mereka pergi itu. Karena si laki-laki ini datang ke rumahnya si perempuan, kan gitu," ujar dia.
Setelah F tak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi, family melaporkan F sebagai orang lenyap ke Polsek Matraman pada Minggu (30/8). Polisi kemudian melakukan pencarian dengan melacak nomor telepon dan memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui rute perjalanan mereka.
Usai ditemukan, family disebut sempat berencana membawa F untuk menjalani visum. Namun, hingga Kamis, polisi belum menerima konfirmasi lebih lanjut dari keluarga.
"Kalau kemarin kan ngobrol mau visum katanya, tapi kita tunggu kan belum ada konfirmasi lagi," kata Ferdian.
Polisi menyatakan bakal menunggu keputusan family andaikan terdapat dugaan tindak pidana nan mau dilaporkan mengenai peristiwa tersebut.
"Kalau memang mau bikin LP mengenai kasus dugaan nan lainnya, berfaedah kelak kita dampingi juga. Karena jika untuk di bawah umur itu kan kudu ke PPA juga. Pasti kita dampingi," tegas Ferdian.
Keluarga Belum Ambil Langkah Hukum
Terkait laki-laki nan pergi berbareng F, polisi belum mengambil langkah norma lantaran hingga sekarang belum ada laporan pidana dari F maupun keluarganya.
"Kita menunggu dari laporannya dulu. Karena dari wawancara, si Mbaknya juga baik-baik aja dan enggak bilang, 'Saya mau melaporkan, Pak. Ini saya teraniaya.' Enggak ada ucapan itu," jelasnya.
Polisi juga belum menemukan indikasi bahwa F menjadi korban hipnotis alias tindak kejahatan lainnya. Ferdian mengatakan, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan lantaran F pergi berbareng laki-laki tersebut setelah sebelumnya berpamitan kepada keluarga.
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·