Jakarta -
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan berita baik dari pengelolaan hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.
Telah ditemukan persediaan gas raksasa di sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.
Berikut 3 kebenaran persediaan gas raksasa tersebut:
(1) Digarap Raksasa Energi Italia, Eni
Temuan gas jumbo berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal nan dioperasikan Eni dengan porsi kepemilikan 82%, sementara 18% sisanya dimiliki Sinopec.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil menyebut temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan daya dalam negeri di tengah kebutuhan nan terus meningkat.
Eksplorasi nan melibatkan perusahaan daya asal Italia, ENI, menegaskan bahwa potensi migas Indonesia tetap sangat besar, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, nan terus menunjukkan prospek menjanjikan.
Ia pun mengapresiasi Eni atas keberhasilan penemuan tersebut, dan memberikan bukti bahwa Indonesia tetap mempunyai kesempatan besar untuk mengoptimalkan potensi migas sebagai penopang ketahanan daya nasional dan upaya untuk swasembada energi.
"Di era kondisi bumi nan nyaris semua bumi sekarang menjaga persediaan mereka, sekali lagi kita berterima kasih kepada Tuhan bahwa (Penemuan) ini hidayah nan diberikan dan kita kudu betul-betul konsentrasi dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru. Ini adalah hasil eksplorasi dan setelah ini mereka juga bakal melakukan pengembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur," kata Bahlil dalam konvensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Bahlil mengatakan temuan ini merupakan hasil eksplorasi nan dilakukan oleh
Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal nan dioperasikan raksasanya minyak dan gas (migas) Italia, Eni.
2. Potensi Cadangan Gas 5 Triliun Kaki Kubik
Bahlil bilang hasil eksplorasi nan dilakukan di Sumur Geliga ini mempunyai adanya potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.
Bahlil menjelaskan, pada 2028, produksi puncak nan bisa dicapai oleh Eni adalah sebesar 2.000 MMSCFD, jauh melesat andaikan dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD.
Dan terus bakal ditingkatkan hingga tahun 2030 bakal dikembangkan produksinya menjadi 3.000 MMSCFD.
"lni adalah strategi untuk gimana gas kita, tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita kudu memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan gas ini kita bakal sorong untuk industri hilirisasi," ujar Bahlil.
Dalam temuan tersebut, Bahlil bilang bahwa ada unsur kondensat nan jumbo. Dengan begitu, dia optimistis, dari temuan ini juga bakal mengurangi impor minyak.
"Kedua, ini bakal mengurangi import crude kita dengan penambahan kondensatnya kurang lebih sekitar 90 sampai 150 ribu barel kelak pada tahun 2030," sambungnya.
(3) Ditemukan pada Kedalaman 5.100 Meter
Sumur Geliga ini dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan persediaan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.
Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas nan berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.
Temuan gas di sumur Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir alias Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, ialah Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).
Untuk pengembangannya, proyek North Hub bakal menggunakan akomodasi terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru.
Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga bakal memanfaatkan akomodasi nan sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.
Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, ialah Sumur Gula, nan menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat.
Dari kedua sumur tersebut, perkiraan awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.
Selain berakibat pada peningkatan persediaan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka kesempatan percepatan pengembangan prasarana gas terintegrasi.
Eni saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan nan bersinergi dengan proyek North Hub serta akomodasi eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.
(hrp/hns)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·