Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Pemadam Kebakaran Korea Selatan melaporkan meninggalnya janin berumur 29 minggu akibat keterlambatan penanganan medis darurat di wilayah Cheongju. Tragisnya, perihal itu dipicu lantaran sulitnya mencari rumah sakit rujukan nan bersedia menerima pasien di tengah krisis kesiapan tenaga master spesialis.
Melansir The Korea Times, petugas jasa darurat 119 di wilayah Heungdeok-gu, Cheongju, menjelaskan kronologi pencarian akomodasi kesehatan nan sempat terkendala selama berjam-jam.
Kronologinya, mereka menerima panggilan darurat dari sebuah klinik kebidanan setelah seorang ibu mengandung berumur 30-an tahun dilaporkan mengalami kondisi kritis pada debar jantung janinnya. Klinik itu dilaporkan sudah menghubungi enam rumah sakit di seluruh wilayah Chungcheong, termasuk Chungcheong Utara, Chungcheong Selatan, Daejeon, dan Sejong.
Namun klinik itu diberitahu pemindahan tidak mungkin dilakukan lantaran argumen seperti kurangnya ahli nan tersedia.
Lantaran tidak mendapat respons positif dari rumah sakit terdekat, petugas akhirnya memperluas pencarian rujukan ke skala nasional. Setelah menunggu beberapa waktu, pihak Rumah Sakit Universitas Dong-A di Busan akhirnya memberikan konfirmasi kesediaan untuk menangani pasien tersebut.
Pasien akhirnya diangkut menggunakan helikopter medis dan tiba di Busan setelah menempuh waktu sekitar tiga jam tiga puluh menit sejak panggilan darurat pertama kali dilakukan.
Meskipun segala upaya pengamanan telah dilakukan oleh tim medis di Busan, janin tersebut dinyatakan tidak memperkuat hidup. Keterlambatan waktu tempuh dan prosedur manajemen pencarian rumah sakit dinilai menjadi aspek utama dalam kegagalan penanganan darurat ini.
Saat ini, kondisi sang ibu dilaporkan telah menjalani prosedur operasi dan tetap dalam tahap perawatan intensif di rumah sakit rujukan tersebut. Kasus ini menjadi sorotan tajam di Korea Selatan seiring dengan meningkatnya kekhawatiran publik atas hambatan sistemik pada jasa kesehatan darurat di wilayah luar ibu kota.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·