Film dokumenter NAZA diganjar standing ovation tanpa henti selama 25 menit saat pemutaran perdananya di Venice Film Festival 2026. Film dokumenter ini membongkar penggunaan AI oleh militer Israel untuk menargetkan penduduk Palestina di Gaza.
Karya dokumenter berdurasi 80 menit ini disutradarai oleh dua sineas asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Mereka pernah mencatat prestasi gemilang memenangkan penghargaan Oscar 2025 lewat movie dokumenter berjudul No Other Land.
Prestasi tersebut mereka raih berbareng sutradara asal Palestina, Basel Adra dan Hamdan Ballal, melalui karya nan memotret tindakan kekerasan pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Kini, Abraham dan Szor kembali menghadirkan karya investigatif nan menyoroti bentrok di Gaza.
NAZA buah dari penyelidikan selama nyaris tiga tahun. Narasi movie ini disusun berasas pengakuan langsung dari sejumlah personel militer serta sumber intelijen Israel nan berbincang dengan identitas nan dirahasiakan.
Demi melindungi para narasumber, wajah dan bunyi mereka disamarkan secara digital. Seluruh proses wawancara eksklusif tersebut juga diambil pada malam hari di atap-atap gedung di area Tel Aviv.
Kepada instansi buletin AFP, sutradara Yuval Abraham memaparkan urgensi dalam penggarapan movie tersebut.
"Kami membiarkan para prajurit dan perwira berbincang langsung mengenai apa nan telah mereka lakukan," ujar Abraham.
Abraham menegaskan komitmennya untuk mengungkap kebenaran operasional di lapangan.
"Tujuannya sangat sederhana: kami mau mendengar, sedetail mungkin, gimana bentuk sistem pembunuhan di Gaza dan gimana sistem tersebut dijalankan," lanjutnya.
Judul movie ini, NAZA, berakar dari istilah eufemisme intelijen dalam bahasa Ibrani nan digunakan untuk merujuk pada perkiraan jumlah penduduk sipil nan diproyeksikan bakal tewas dalam sebuah serangan udara tertentu.
Dalam film, para saksi mendeskripsikan sebuah sistem berbasis AI berjulukan "Lavender", nan memproses info jaringan telekomunikasi di Gaza. Mulai dari percakapan telepon, pencarian rute, hingga hubungan warga, untuk menetapkan sasaran serangan.
Di kembali layarnya, proyek dokumenter ini diproduksi oleh Jim Wilson asal Inggris berbareng The Guardian. Kursi produser pelaksana diisi oleh sutradara Jonathan Glazer, nan sebelumnya memimpin tim produksi movie pemenang Best Featured Internasional Oscar 2024, The Zone of Interest.
NAZA menjadi satu-satunya movie dokumenter nan masuk dalam daftar kejuaraan utama pada pagelaran movie bergengsi di Venice tahun ini.
Sambutan hangat ini menyusul capaian movie dokumenter The Voice of Hind Rajab tahun lalu, nan sempat meraih standing ovation selama 23 menit sebelum akhirnya membawa pulang penghargaan gelar Second Prize di Venice Film Festival.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·