22 Ribu Anak di Jakut Tak Sekolah, PSI Ingatkan Ancaman yang Bisa Terjadi

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana merespons info dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah alias Kemendikdasmen soal realitas ada lebih dari 22 ribu anak nan tidak sekolah (ATS) di Jakarta Utara (Jakut).

Justin mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera mengatasi persoalan ini.

“Bilamana anak-anak itu tidak menerima pendidikan nan semestinya, maka bakal kesulitan di masa depan untuk mendapatkan pekerjaan. Ini juga bakal bergulir menjadi persoalan sosial dan ekonomi nantinya,” kata Justin kepada wartawan, dikutip Kamis (7/5/2026).

Ia menilai, persoalan anak tidak sekolah di DKI Jakarta juga bisa diselesaikan dengan program sekolah swasta gratis. Namun, kata dia program tersebut kudu dikawal secara serius.

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengumumkan bakal ada 103 sekolah swasta cuma-cuma nan tersedia bagi penduduk Jakarta. Justin menyebut anggarannya mencapai Rp 253,6 miliar dan di Jakut sendiri, bakal disiapkan sebanyak 20 sekolah swasta gratis.

“Besar harapannya lebih banyak lagi anak di Jakarta nan bisa masuk sekolah. Asalkan, pelaksanaannya dilakukan dengan baik. Pengawasanya kudu ketat. Jangan sampai anggaran nan sebesar itu nantinya disalahgunakan, apalagi dikorupsi,” kata Justin.

“Dan sedari awal juga kudu diawasi agar tidak terjadi praktik-praktik diskriminasi alias pungli nan bakal mempersulit anak-anak untuk masuk sekolah,” sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita