ilustrasi(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
SEBANYAK 21 wilayah di Jawa Tengah berstatus waspada kekeringan hingga akhir Oktober, sebagai akibat rendahnya curah hujan hanya berpisah 0-50 milimeter per dasarian pasa dasarian kedua Oktober 2026 (periode 11-20 Oktober).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperingatkan status waspada kekeringan terhadap 21 wilayah tersebut, terjadi pada dasarian ketiga Oktober 2026, meskipun tidak ada lagi kabupaten/kota nan berstatus siaga maupun hati-hati hingga awal November mendatang.
"Peringatan secara awal tersebut, diperuntukkan terhadap 21 wilayah di Jawa Tengah hingga akhir Oktober mendatang, mengingat rendahnya curah hujan nan terjadi," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto, Kamis (22/10).
Menurut Goeroeh Tjiptanto 21 wilayah berstatus Waspada di Jawa Tengah ialah Kota Tegal, Pekalongan, dan Semarang, serta Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Boyolali, Klaten, Kebumen, Purworejo dan Wonogiri.
Sedangkan berasas Pemantauan hari tanpa hujan (HTH) hingga 20 Oktober, lanjut Goeroeh Tjiptanto, menunjukkan kekeringan ekstrem dengan periode tanpa hujan lebih dari 60 hari tersebar di nyaris seluruh wilayah Jawa Tengah nan didominasi wilayah di bagian selatan dan kategori panjang selama 21-30 hari terpantau di wilayah bagian timur dan Kabupaten Brebes.
Kategori menengah dengan periode tanpa hujan 11-20 hari, ungkap Goeroeh Tjiptanto, tersebar di nyaris seluruh wilayah dan kategori pendek selama 6-10 hari mendominasi wilayah utara, serta periode 1-5 hari terpantau di beberapa titik di wilayah bagian tengah.
“Hujan tetap tercatat hingga berhujung pada 20 Oktober di Kabupaten Banyumas,” tambahnya.
Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang, demikian Goeroeh Tjiptanto, tercatat di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo (172 hari), disusul Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen (170 hari) kemudian Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten dan Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri (157 hari).
Meskipun demikian, ujar Goeroeh Tjiptanto, deterministik curah hujan nan diperbarui pada 18 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah tetap berkesempatan mengalami curah hujan rendah pada dasarian ketiga Oktober.
"Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya berkesempatan mengalami curah hujan kategori menengah (51-150 milimeter per dasarian,” imbuhnya.
Sementara itu, Goeroeh Tjiptanto mengatakan memasuki dasarian pertama dan kedua November, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, apalagi bagian utara Banyumas, Purbalingga dan bagian selatan Batang berkesempatan mengalami curah hujan tinggi (151-200 milimeter per dasarian).
Selain itu pada dasarian ketiga November, menurut Goeroeh Tjiptanto, kesempatan curah hujan tinggi (151-300 milimeter per dasarian) diprakirakan meluas ke sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara, bagian utara Banyumas dan sejumlah wilayah lainnya. (AS)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·