20% Seluruh Bendungan RI Dipasang PLTS Bisa Sumbang 15 GW Listrik

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus berupaya menggenjot pemanfaatan daya surya sebagai tulang punggung transisi daya nasional. Salah satunya melalui pemanfaatan waduk di Indonesia untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya mendorong pengembangan PLTS berbasis darat (ground mounted), tetapi juga memperluas penerapan ke sektor genting dan PLTS terapung (floating).

Untuk PLTS terapung misalnya, saat ini Kementerian ESDM tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan waduk nan berpotensi dikembangkan menjadi letak PLTS apung.

"Yang di mana Kementerian ESDM sekarang berbincang intens dengan kementerian PU untuk mengidentifikasi semua waduk nan ada di Indonesia dan mana nan menjadi prioritas untuk dijadikan lokasi-lokasi PLTS," ujar Eniya dalam aktivitas Launching 1 GW PLTS Atap Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, berasas kalkulasi sementara, pemanfaatan sekitar 20% area dari seluruh waduk nan dibangun Kementerian PU dapat menghasilkan tambahan kapabilitas listrik lebih dari 15 Gigawatt (GW) dari PLTS.

"Basis hitungan kami saat ini 20 persen okupansi dari seluruh waduk nan dibuat oleh kementerian PU itu, itu bisa menambah lebih dari 15 Giga Watt PLTS," ujarnya.

Pemerintah pun tengah menyiapkan langkah deregulasi untuk mempercepat mengambil daya surya. Ke depan, pendekatan pengembangan PLTS tidak lagi bakal dibedakan berasas letak pemasangan, baik atap, terapung, maupun darat, melainkan difokuskan pada seluruh potensi nan ada.

"Dan kita saat ini sedang melakukan pembahasan deregulasi PLTS, jadi mungkin saja ke depan kita tidak usah berbincang mau itu atap, mau itu floating, mau itu ground mounted, tetapi semua PLTS nan ada bisa dipakai sebagai sumber daya nan dibangkitkan oleh kita sendiri," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News