2 Tentara AS Hilang Misterius, 1 Ditemukan Jauh dari Peradaban Manusia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi jenazah salah satu tentaranya nan lenyap saat latihan militer campuran di Maroko akhirnya ditemukan di Samudra Atlantik, sementara operasi pencarian terhadap satu tentara lainnya tetap terus berlangsung. Insiden ini terjadi setelah keduanya dilaporkan jatuh dari tebing saat melakukan pendakian rekreasi di luar jam dinas.

Pernyataan resmi militer AS pada Minggu menyebut jenazah nan ditemukan merupakan Letnan Satu Kendrick Lamont Key Jr., seorang perwira Artileri Pertahanan Udara berumur 27 tahun. Ia menjadi salah satu dari dua tentara AS nan lenyap sejak 2 Mei lampau setelah mengikuti latihan militer multinasional African Lion di Maroko.

Peristiwa itu terjadi di dekat Area Pelatihan Cap Draa di luar kota Tan-Tan, wilayah nan dikenal mempunyai kontur pegunungan, gurun, dan dataran semigurun. Menurut militer Maroko, kedua tentara dilaporkan lenyap sekitar pukul 21.00 waktu setempat setelah terjatuh ke laut dari area tebing saat mendaki.

"Tim pencarian militer Maroko menemukan tentara tersebut di air di sepanjang garis pantai sekitar pukul 08.55 waktu setempat pada 9 Mei, dalam radius sekitar satu mil dari letak tempat kedua tentara dilaporkan masuk ke laut," demikian pernyataan Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika, dikutip dari The Associated Press, Senin (11/5/2026).

Hilangnya kedua personel tersebut memicu operasi pencarian dan pengamanan berskala besar nan melibatkan lebih dari 600 personel dari Amerika Serikat, Maroko, dan sejumlah mitra militer lainnya. Operasi itu juga mengerahkan fregat, kapal patroli, helikopter, serta drone untuk menyisir wilayah pesisir Atlantik.

Seorang pejabat pertahanan AS nan berbincang kepada Associated Press dengan syarat anonim mengatakan pencarian terhadap tentara kedua tetap terus dilakukan. Ia menambahkan bahwa sebagian kontingen militer AS tetap berada di Maroko meski latihan perang telah resmi berhujung pada Jumat lalu.

Pejabat tersebut mengatakan pasukan AS nan tersisa di Maroko bakal terus menjalankan kegunaan komando dan pengendalian serta mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

Key diketahui bekerja di Charlie Battery, Batalion ke-5, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-4, di bawah Komando Pertahanan Udara dan Rudal Angkatan Darat ke-10 AS. Dalam catatan militernya, dia menerima penghargaan Army Achievement Medal dan Army Service Ribbon.

Militer AS menjelaskan Key baru memasuki dinas militer pada 2023 sebagai kandidat perwira. Ia kemudian memperoleh komisi resmi melalui Officer Candidate School pada 2024 sebagai perwira Artileri Pertahanan Udara.

Setelah itu, dia menyelesaikan training Basic Officer Leader Course di Fort Sill, Oklahoma.

Latihan militer African Lion 26 sendiri merupakan latihan campuran nan dipimpin AS dan dimulai sejak April di empat negara Afrika, ialah Maroko, Tunisia, Ghana, dan Senegal. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 7.000 personel dari lebih dari 30 negara.

Sejak pertama kali digelar pada 2004, African Lion menjadi latihan militer campuran terbesar nan dipimpin AS di benua Afrika.

Insiden fatal juga pernah terjadi dalam latihan nan sama. Pada 2012, dua marinir AS tewas dan dua lainnya terluka akibat kecelakaan helikopter di kota Agadir, Maroko selatan, ketika mengikuti latihan tersebut.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News