2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran: Fokus Memperkuat Ekonomi Desa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bakal memasuki tahun kedua setelah resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, pada Minggu (20/10/2024) di Gedung DPR/MPR RI.

Sejak pidato perdananya, Prabowo mengatakan pemerintah bakal mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah berkomitmen menjalankan amanah nan dipercayakan kepada masyarakat khususnya dalam membangun kesejahteraan.

"Dengan penuh rasa tanggung jawab, dan semua kekuatan nan ada pada jiwa dan raga kami, kami bakal menjalankan kepemimpinan Pemerintah RI, kepemimpinan negara dan bangsa Indonesia dengan tulus, dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia," tuturnya dikutip Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, koperasi adalah salah satu perangkat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan.

"Karena itu koperasi kudu diperkuat, koperasi kudu bangkit," kata Prabowo.

Selain koperasi, sektor upaya mikro, kecil, dan menengah juga mendapat perhatian besar. Pemerintah menilai UMKM mempunyai keahlian menciptakan lapangan kerja sekaligus menjadi penggerak aktivitas ekonomi di daerah.

"Usaha mini dan menengah kudu kita perkuat, dan desa kudu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berambisi aktivitas ekonomi tidak lagi bertumpu pada segelintir wilayah. Sebaliknya, desa-desa diharapkan bisa menjadi pusat produksi, distribusi, dan pembuatan nilai tambah baru.

Salah satu upaya untuk menguatkan masyarakat di wilayah juga dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Tidak tanggung-tanggung, akibat dari KNMP sudah terlihat, misalnya di Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Salah satu perubahan nan paling terasa adalah meningkatnya nilai jual ikan hasil tangkapan nelayan. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HlNSI) Kabupaten Sinjai, nan sekaligus pengelola Unit Pengolahan Ikan (UPI) KNMP Tongke-tongke, Emil Salim, mengatakan nilai tuna nan sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram (kg) sekarang telah mencapai Rp45.000 per kg.

"Jadi nilai hasil tangkapan nelayan kita semenjak ada KNMP itu ada kenaikan harga. Dari awalnya sebelum ada KNMP nilai itu di nomor Rp30.000 per kg. Setelah KNMP melangkah ini, ada kenaikan terus mengenai nilai tuna nan ada di Sinjai. Dan akhir sekarang ini di posisi Rp45.000 (per kg). Jadi ada kenaikan Rp15.000. Itu dalam rentang 4-5 bulan," kata Emil.

Pemilik kapal di KNMP Tongke-Tongke, Hairul Mukmin, juga menyebut kenaikan pendapatan nelayan setelah KNMP melangkah berada di kisaran 40%-50%. Menurut Hairul, perubahan tersebut terjadi lantaran rantai perdagangan ikan nan sebelumnya cukup panjang sekarang dapat dipangkas. Nelayan tidak lagi kudu menjual hasil tangkapan melalui agen, pengepul alias tengkulak sebelum sampai ke perusahaan.

"Kalau di sini kan dulunya, sebelum ada KNMP, nelayan itu menjualnya ada nan ke agen, ada nan ke pengepul, tengkulak. Pengepul ini nan kemudian bawa ke Jawa alias ke Makassar, di perusahaan. Sekarang dengan hadirnya KNMP ini langsung tidak ada lagi tangan kedua, tangan ketiga, alias tangga-tangganya. Langsung dari nelayan ke KNMP. Dan harganya itu nilai perusahaan. Artinya, kenaikan pendapatannya itu sampai 50% dari nilai nan sebelumnya," rinci dia.

Bukan hanya Hairul, Pengelola Unit Pengolahan Ikan (UPI) KNMP Tongke-Tongke sekaligus Ketua DPC HNSI Sinjai, Emil Salim, mengatakan hasil tangkapan nelayan sekarang tidak perlu lagi dibawa terlebih dulu ke Makassar untuk kemudian dipasarkan ke wilayah lain.

Menurut Emil, sebelum adanya KNMP, hasil tangkapan nelayan kudu dibawa ke Makassar terlebih dulu untuk diolah. Perjalanan tersebut memerlukan waktu sekitar empat hingga lima jam.

"Kalau dulu sebelum ada KNMP, hasil tangkapan nelayan itu dibawa ke Makassar, kurang lebih 4-5 jam perjalanan," ujarnya.

Kini, hasil tangkapan nelayan dapat langsung masuk ke UPI nan berada di area KNMP Tongke-Tongke. Setelah ditangani dan diolah, tuna kemudian dikirim berasas pesanan pasar.

Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, KNMP Tongke-Tongke telah melakukan pengiriman tuna ke luar wilayah beberapa kali. Totalnya mencapai sekitar 65 ton dalam enam kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp2,55 miliar.

Salah satu tujuan utama pengiriman adalah Jakarta. Pada Juli 2026, KNMP Tongke-Tongke apalagi tercatat melepas pengiriman tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur Makassar-Jakarta. Pengiriman tersebut merupakan pengedaran domestik keempat dari KNMP Tongke-Tongke.

Artinya, hasil tangkapan nelayan Tongke-Tongke sekarang tidak hanya diserap di pasar sekitar Sinjai alias Makassar. Dengan adanya UPI di area KNMP, komoditas tuna dapat dikonsolidasikan dan dikirim langsung menuju pasar di luar daerah. Dengan pola tersebut, KNMP Tongke-Tongke menjadi titik konsolidasi hasil tangkapan sebelum tuna dikirim ke pasar tujuan, termasuk Jakarta.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑