2 Penopang Produksi Minyak RI Turun, SKK Migas Ungkap Alasannya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan penyebab rendahnya produksi minyak nasional di awal 2026.

Adapun, kondisi ini terjadi terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi di dua blok minyak utama nasional, ialah Blok Rokan nan dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Blok Cepu nan dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Ltd.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan penurunan produksi di Blok Rokan disebabkan oleh pekerjaan perbaikan di sistem pembangkit listrik PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN).

"Nah nan Rokan itu problemnya sekarang perbaikan listrik MCTN. Nah janjinya kan akhir Juli, tapi kita mau push pertengahan Juli selesai," ujar Djoko ditemui di DPR, dikutip Kamis (4/6/2026).

Sementara itu, untuk penurunan produksi di Blok Cepu disebabkan oleh tantangan reservoir nan tengah dihadapi operator. Adapun, saat ini pihaknya berbareng operator tengah mengevaluasi teknologi nan tepat untuk menjaga level produksi Blok Cepu.

"Lagi dievaluasi teknologi apa kira-kira nan bisa tetap menjaga alias apalagi mencapai sasaran produksi di tahun ini. Sekitar 148 ya, sekarang kan 130-an," kata Djoko.

Sebagaimana diketahui, berasas info hingga Mei 2026, lifting minyak dari Blok Rokan tercatat sebesar 131.040 barel per hari (bopd) alias sekitar 80% dari sasaran APBN 2026 nan ditetapkan sebesar 163.859 bopd. Sementara, lifting minyak ExxonMobil mencapai 129.915 bopd alias sekitar 87,5% dari sasaran APBN 2026 sebesar 148.500 bopd.

Secara nasional, realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL mencapai 576.133 bopd alias setara 94,4% dari sasaran APBN 2026 sebesar 610 ribu bopd.

Berikut daftar 20 KKKS produsen minyak, kondensat, dan NGL terbesar nasional per 31 Mei 2026:

  1. PT Pertamina Hulu Rokan: sasaran 163.859 bopd, realisasi 131.040 bopd (80,0%).
  2. ExxonMobil Cepu Ltd.: sasaran 148.500 bopd, realisasi 129.915 bopd (87,5%).
  3. PT Pertamina EP: sasaran 75.459 bopd, realisasi 73.983 bopd (98,0%).
  4. PT Pertamina Hulu Energi ONWJ: sasaran 27.859 bopd, realisasi 26.473 bopd (95,0%).
  5. Medco E&P Natuna Ltd.: sasaran 19.028 bopd, realisasi 24.023 bopd (126,3%).
  6. PT Pertamina Hulu Mahakam: sasaran 22.428 bopd, realisasi 25.575 bopd (114,0%).
  7. PT Pertamina Hulu Energi OSES: sasaran 22.900 bopd, realisasi 18.036 bopd (78,8%).
  8. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga: sasaran 11.966 bopd, realisasi 14.957 bopd (125,0%).
  9. PetroChina International Jabung Ltd.: sasaran 11.600 bopd, realisasi 27.478 bopd (236,9%).
  10. JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi: sasaran 7.191 bopd, realisasi 9.291 bopd (129,2%).
  11. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur: sasaran 7.300 bopd, realisasi 8.543 bopd (117,0%).
  12. Saka Indonesia Pangkah Ltd.: sasaran 5.750 bopd, realisasi 8.754 bopd (152,2%).
  13. PT Bumi Siak Pusako: sasaran 7.532 bopd, realisasi 7.352 bopd (97,6%).
  14. BP Berau Ltd.: sasaran 8.027 bopd, realisasi 7.076 bopd (88,1%).
  15. PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang: sasaran 6.090 bopd, realisasi 5.303 bopd (87,1%).
  16. Texcal Energy Mahato Inc.: sasaran 6.049 bopd, realisasi 4.997 bopd (82,6%).
  17. PC Ketapang II Ltd.: sasaran 4.414 bopd, realisasi 4.833 bopd (109,5%).
  18. PT Imbang Tata Alam: sasaran 5.878 bopd, realisasi 4.654 bopd (79,2%).
  19. PT Medco E&P Rimau: sasaran 4.100 bopd, realisasi 4.039 bopd (98,5%).
  20. Petrogas (Basin) Ltd.: sasaran 4.156 bopd, realisasi 4.203 bopd (101,1%).

Sementara itu, di luar 20 KKKS terbesar tersebut, golongan KKKS lainnya menyumbang produksi sebesar 35.606 bopd hingga akhir Mei 2026.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News