2 JPO Rasuna Said Berdekatan Tapi Tak Terhubung, Ini Kata Pemprov DKI

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Bina Marga DKI Jakarta buka bunyi soal keberadaan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) nan berdekatan di area HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny menjelaskan kedua JPO tersebut memang berada di letak nan saling berdekatan, tetapi tidak saling terhubung lantaran dibangun pada waktu berbeda dan mempunyai kegunaan berbeda.

JPO pertama merupakan JPO eksisting milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nan telah lebih dulu dibangun dan berfaedah sebagai akomodasi penyeberangan bagi masyarakat umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, JPO kedua merupakan JPO integrasi nan dibangun kemudian oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari akomodasi integrasi antarmoda nan menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.

Sebelum Halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting juga pernah menjadi akses langsung menuju halte Transjakarta.

Namun, setelah halte dipindahkan dan diintegrasikan dengan Stasiun LRT Jabodebek, akses menuju halte tidak lagi melalui JPO eksisting, melainkan melalui JPO integrasi nan dibangun oleh pihak LRT Jabodebek.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan JPO integrasi tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna LRT Jabodebek dan TransJakarta untuk beranjak moda, tetapi juga dapat digunakan masyarakat umum sebagai sarana penyeberangan jalan.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya nan memerlukan kemudahan akses," kata Dinar dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Terkait adanya usulan untuk menghubungkan kedua JPO, dia mengatakan rencana tersebut memerlukan kajian teknis dari pihak LRT Jabodebek sebagai pemilik dan pengelola JPO integrasi.

Namun, berdasar kondisi eksisting, terdapat hambatan teknis nan membikin penyambungan kedua JPO belum memungkinkan untuk dilakukan.

Kedua JPO mempunyai perbedaan elevasi lantai sekitar 75 sentimeter, sedangkan jarak mendatar antarkedua struktur hanya sekitar 60 sentimeter.

Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp nan memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna.

Ia mengatakan meski tidak terhubung secara fisik, masyarakat tetap mempunyai pilihan untuk menggunakan kedua JPO tersebut sebagai akomodasi penyeberangan sesuai titik akses nan dibutuhkan.

Jarak antara akses turun kedua JPO juga relatif dekat, ialah sekitar 50 meter, sehingga masyarakat tetap dapat memilih akomodasi penyeberangan nan sesuai dengan kebutuhannya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan akomodasi penyeberangan nan tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," kata Dinar.

(yoa/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional