Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan dua aparatur sipil negara (ASN) nan gugur saat memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur bakal mendapatkan santunan dan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi.
Kedua ASN tersebut adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata. Keduanya gugur saat menjalankan tugas pemadaman karhutla nan melanda area taman nasional pada Kamis (15/10).
Kepala BKN Zudan mengatakan negara bakal memenuhi kewenangan kepegawaian kedua korban beserta family nan ditinggalkan sesuai ketentuan nan berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama pribadi dan family besar BKN, saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya almarhum Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata dalam menjalankan tugas negara. Pengabdian keduanya merupakan bentuk dedikasi aparatur dalam menjaga kelestarian alam Indonesia," ujar Zudan dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).
Hak nan diberikan kepada kedua ASN tersebut meliputi kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi, santunan kematian akibat kecelakaan kerja, duit duka tewas, serta biaya pemakaman.
Keluarga nan ditinggalkan juga berkuasa memperoleh pensiun janda alias duda bagi nan memenuhi persyaratan sebagai PNS, serta support danasiwa bagi mahir waris sesuai ketentuan nan berlaku.
Zudan mengatakan pemenuhan kewenangan tersebut merupakan tanggung jawab negara terhadap ASN nan gugur saat bertugas.
Ia juga menyoroti perlunya perlindungan bagi petugas lapangan, termasuk melalui mitigasi risiko, kesiapan peralatan, dan penerapan prosedur keselamatan dalam penanganan bencana.
Berdasarkan info awal Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), kebakaran bermulai dari lahan masyarakat pada 14 Oktober 2026 sebelum merembet ke area taman nasional.
Api kembali menyala dan angin kencang menyulitkan proses pemadaman.
Sukaris meninggal bumi saat bertugas. Sementara itu, Hendra sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius setelah terjebak kepungan api di area Mentigen, Probolinggo, sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dengan meninggalnya Hendra, jumlah petugas campuran nan gugur dalam kejadian tersebut menjadi empat orang.
Sebelumnya, Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah juga meninggal bumi di letak kejadian berbareng Sukaris.
Adapun dua korban luka lainnya, ialah Munawi dari satuan Masyarakat Peduli Api (MMP TLP) dan Suraji nan bekerja sebagai sekuriti hotel setempat, tetap menjalani perawatan, berasas info nan disampaikan dalam laporan sebelumnya.
BKN menyampaikan penghormatan atas pengabdian Sukaris dan Hendra serta berambisi family nan ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
(del/sfr)
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·