18 SPPG di Tulungagung Dihentikan akibat Monopoli Supplier

Sedang Trending 1 jam yang lalu
18 SPPG di Tulungagung Dihentikan akibat Monopoli Supplier Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara 18 SPPG di Tulungagung lantaran indikasi monopoli supplier.(Dok. Antara)

BADAN Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Langkah tegas ini diambil menyusul temuan sarana dan prasarana (sarpras) nan tidak memenuhi standar serta adanya indikasi kuat praktik monopoli supplier.

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika, menjelaskan bahwa pertimbangan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan pangan dan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil audit, ditemukan sejumlah SPPG nan hanya melibatkan tiga hingga lima pemasok (supplier).

"Melalui hasil pertimbangan nan kami lakukan menunjukkan ada beberapa SPPG nan hanya mempunyai tiga sampai lima supplier. Tentunya ini di bawah ketentuan pemisah minimal sebanyak 15 supplier," ujar Sabrina dilansir dari Antara, Minggu (14/6).

Selain masalah jumlah pemasok, pembekuan sementara alias suspend ini dipicu oleh kondisi dapur nan belum memenuhi standar kelayakan. BGN juga menyoroti adanya akibat Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti dugaan keracunan makanan nan kudu diantisipasi melalui pengetatan regulasi.

Terkait dugaan monopoli, BGN telah menetapkan patokan ketat bahwa setiap SPPG wajib mempunyai minimal 15 supplier. Kebijakan ini bermaksud untuk menjaga transparansi dan mencegah untung sepihak bagi golongan tertentu dalam ekosistem penyediaan pangan bergizi.

Sabrina menegaskan bahwa lama suspend tidak ditentukan secara pasti. Status operasional dapat segera dipulihkan andaikan SPPG mengenai telah melakukan perbaikan menyeluruh dan memenuhi standar nan ditetapkan oleh BGN pusat.

Hingga saat ini, proses monitoring dan pertimbangan rutin tetap terus melangkah di lapangan. Pihak BGN Tulungagung menyatakan jumlah dapur nan terkena hukuman operasional tetap berkarakter bergerak dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung hasil kajian konteks saat ini lanjutan terhadap manajemen dan kualitas menu di setiap satuan pelayanan. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia