170 Pendaki Gunung Semeru Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan 170 pendaki nan dievakuasi dari Gunung Semeru, Jawa Timur, akibat kebakaran rimba di Blok Ranu Kembang dalam kondisi aman.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengatakan seluruh pendaki sedang turun didampingi Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk saat ini seluruh pendaki nan berjumlah sekitar 170an orang dalam proses turun dan didampingi oleh PPGST, semuanya dalam kondisi kondusif dan kondusif," kata Endrip saat dikonfirmasi, Kamis (27/8). 

Dia menjelaskan para pendaki nan dievakuasi sebelumnya memang sempat berkemah di Ranu Kumbolo.

Ia menjelaskan Ranu Kumbolo merupakan satu-satunya letak camping ground alias area perkemahan di Gunung Semeru.

"Sehingga, tidak ada ada letak (perkemahan) lainnya," ucapnya.

Ia menyampaikan saat ini tim pemandu berbareng petugas TNBTS nan berada di wilayah Ranu Pani sudah bergerak naik ke jalur pendakian untuk bersiaga menunggu kehadiran para pendaki.

"Untuk mengantisipasi andaikan terdapat hambatan selama proses turun para pendaki," ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu, Balai Besar TNBTS memutuskan menutup total seluruh jalur pendakian di Gunung Semeru akibat kebakaran rimba di area Blok Ranu Kembang.

Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru diumumkan resmi oleh Balai Besar TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 nan diterbitkan kemarin.

Kebijakan ini diambil untuk mendukung kelancaran proses pengendalian kebakaran dan pemindahan visitor nan tetap berada di area Semeru dengan tetap mengedepankan unsur keamanan dan keselamatan.

Pihak balai besar mengenai menyatakan area rimba nan menjadi titik kebakaran lokasinya berada di sekitar area jalur pendakian Gunung Semeru.

Penutupan pendakian Gunung Semeru diberlakukan hingga pemisah waktu nan belum ditentukan.

(wis)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional