17 Tahun Berdiri, LPEI Perkuat Peran 'Policy Bank' Dukung Ekspor Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Indonesia Eximbank genap berumur 17 tahun. Institusi ini terus beralih bentuk memperkuat perannya sebagai policy bank guna menunjang kebijakan pemerintah dalam mendorong ekspor nasional.

Langkah transformasi LPEI diarahkan langsung pada penguatan tata kelola kelembagaan. Kapasitas pembiayaan juga ditingkatkan untuk mengisi kesenjangan pasar nan belum sepenuhnya dapat dilayani oleh lembaga finansial komersial. LPEI bekerja melengkapi ekosistem pembiayaan ekspor demi meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta LPEI memandang kembali sektor unggulan terdampak globalisasi seperti tekstil, sepatu, dan baja nan sekarang kesulitan mendapat pinjaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan kembang pembiayaan nan murah. Bila tetap ketinggian juga, kelak saya lihat, apakah KPI pendapatan kembang LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab angan pelaku usaha. Kan saya nan menentukan parameter kinerjanya," ujar Purbaya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9/2026).

Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menyebut pengarahan tersebut semakin menegaskan peran krusial lembaganya. LPEI tidak semata berorientasi pada nilai pembiayaan semata, tetapi juga mengedepankan akibat sosial bagi perekonomian nasional.

"Nilai nan kami bawa tidak berakhir pada pembiayaan, tetapi dirumuskan melalui Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability," kata Sukatmo.

Selama berkiprah, support LPEI telah diberikan untuk beragam proyek strategis luar negeri nan digarap kontraktor Indonesia. Bantuan pembiayaan ini disalurkan untuk proyek di Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, hingga Arab Saudi. Pembukaan pasar nontradisional juga sukses dilakukan lewat ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Nepal, Senegal, dan Filipina.

Saat ini, LPEI mendapat amanah unik untuk terus memperkuat sektor padat karya.

"Di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global, LPEI juga siap mendukung sektor lain nan memerlukan intervensi kebijakan sesuai mandat countercyclical lembaga," papar Sukatmo.

Sukatmo menjelaskan transformasi lembaganya diarahkan agar peran LPEI semakin dirasakan oleh ekosistem ekspor, terutama dalam menjangkau kebutuhan pelaku upaya nan belum bisa dipenuhi sistem pasar.

"Dengan semangat Berkarya, Bermakna, kami mau memastikan setiap support LPEI memberikan faedah nyata bagi eksportir dan perekonomian Indonesia," terangnya.

Sebagai agent of development, akibat sosial dan ekonomi atas akomodasi pembiayaan LPEI tercatat mencapai 3,49 kali dari setiap rupiah nan disalurkan per Juni 2026. Capaian ini berkontribusi besar terhadap pengurangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Tanah Air. LPEI turut mengapresiasi para pelaku upaya inovatif melalui penganugerahan Indonesia Eximbank Export Champion Award.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance