Jakarta, CNBC Indonesia - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diumumkan kemarin. Meski demikian, dalam perkembangan Rabu hingga Kamis (9/4/2026), sejumlah perihal menunjukkan "kekhawatiran".
Bahkan, banyak sinyal memberikan gencatan senjata terancam batal. Padahal pembicaraan baru dimulai Jumat 10 April di Islamabad, Pakistan, mediator perdamaian keduanya.
Lalu gimana perkembangan terkini? Berikut update CNBC Indonesia, dari beragam sumber:
1.Serangan Besar-besaran Israel ke Lebanon
Israel kembali melancarkan pemboman terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Rabu. Zionis menargetkan lingkungan perumahan, menurut laporan media pemerintah, setelah serangan serentak lain di kota-kota negara itu.
Ini beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata AS-Iran, nan diminta Teheran termasuk perdamaian di Lebanon. Meski begitu Israel enggan menyanggupi dan terus membombardir negeri itu.
"Serangan musuh menargetkan Tallet al-Khayyat (lingkungan) di Beirut," lapor Kantor Berita Nasional nan dikelola pemerintah, sementara wartawan AFP mendengar ledakan di wilayah Hamra di dekatnya.
2.Serangan Israel Tewaskan 182 Orang
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 182 orang tewas dan 890 orang terluka akibat serangan Israel pada hari Rabu. Ibu kota Beirut dihantam oleh bombardemen paling luar biasa sejak dimulainya perang antara Israel dan Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel mengatakan pihaknya telah melakukan serangan nan menargetkan personil Hizbullah di seluruh Lebanon. Israel menyebutnya sebagai pukulan terbesar terhadap golongan tersebut sejak operasi tahun 2024 nan melibatkan peledak pager.
3.Hizbullah Janji Balas Dendam
Hizbullah mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka mempunyai "hak" untuk membalas gelombang serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon. Ini membikin panas lagi situasi di Timur Tengah.
"Kami menegaskan bahwa darah para martir dan nan terluka tidak bakal tertumpah sia-sia, dan bahwa pembantaian hari ini, seperti semua tindakan agresi dan kejahatan biadab, menegaskan kewenangan alami dan norma kami untuk melawan pendudukan dan membalas agresinya," kata aktivitas nan didukung Iran itu dalam sebuah pernyataan.
4.Garda Revolusi Iran Memperingatkan AS atas Serangan Israel ke Lebanon
Garda Revolusi Iran memperingatkan pada hari Rabu bahwa mereka bakal membalas jika Israel tidak menghentikan serangan terhadap Lebanon setelah serangan mematikan menewaskan puluhan orang sehari setelah gencatan senjata disepakati antara AS dan Iran. Warning diberikan ke Amerika.
"Kami mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat, nan melanggar perjanjian, dan kepada sekutu Zionisnya, algojonya: jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera berhenti, kami bakal memenuhi tugas kami dan memberikan balasan," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan nan disiarkan di televisi pemerintah, menggunakan referensi kepada Israel.
Israel sendiri mengatakan gencatan senjata AS-Iran tidak termasuk Lebanon. Lebanon terseret ke dalam perang setelah golongan Hizbullah nan didukung Iran melancarkan serangan terhadap Israel.
5.Trump Bahas Lebanon dengan Netanyahu
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bakal terus membahas dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pendapat untuk memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata perang Iran. Hal ini dikatakan ahli bicaranya pada hari Rabu waktu AS.
"Ini bakal terus dibahas, saya yakin, antara presiden dan Perdana Menteri (Benjamin) Netanyahu, Amerika Serikat dan Israel dan semua pihak nan terlibat," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan.
6.Iran Sebut Pembicaraan Gencatan Senjata AS 'Tak Masuk Akal' lantaran Lebanon, Hormuz & Nuklir
Ketua Parlemen Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa gencatan senjata dan pembicaraan dengan Amerika Serikat "tidak masuk akal" lantaran pelanggaran rencana gencatan senjata 10 poin Teheran. Ini bukan hanya mengenai serangan berkepanjangan di Lebanon, tapi juga masuknya sebuah drone di wilayah udara Iran dan penolakan AS pada kewenangan negara tersebut untuk melakukan pengayaan uranium.
"Ketidakpercayaan historis nan mendalam nan kami miliki terhadap Amerika Serikat berasal dari pelanggaran berulang terhadap semua corak komitmen, sebuah pola nan sayangnya telah terulang sekali lagi," kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam sebuah pernyataan nan diposting di X, dengan menyebut tiga pelanggaran terhadap proposal Iran.
"Sekarang, 'landasan nan dapat digunakan untuk bernegosiasi' telah dilanggar secara terang-terangan dan jelas, apalagi sebelum negosiasi dimulai. Dalam situasi seperti itu, gencatan senjata bilateral alias negosiasi tidaklah masuk akal," ujarnya.
7.Netanyahu Sebut Israel Siap Perang Lagi Lawan Iran
PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel tetap siap untuk menghadapi Iran jika perlu. meskipun gencatan senjata baru terucap oleh AS dan Iran.
"Izinkan saya memperjelas: Kami tetap mempunyai tujuan nan kudu diselesaikan, dan kami bakal mencapainya, baik melalui kesepakatan alias melalui pertempuran nan diperbarui," kata Netanyahu dalam pernyataan nan disiarkan televisi.
"Kami siap untuk kembali bertempur kapan saja diperlukan. Jari kami tetap di pelatuk. Ini bukan akhir dari kampanye, tetapi langkah menuju pencapaian semua tujuan kami," ujarnya.
"Iran memasuki jarak ini dalam keadaan babak belur, lebih lemah dari sebelumnya."
Netanyahu juga membalas kritik dari para pemimpin oposisi. Sebelumnya oposisi mengecamnya lantaran menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuannya dalam perang.
"Seperti nan Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel," kata Netanyahu dalam pernyataan nan disiarkan televisi.
"Tidak, kami tidak terkejut pada saat-saat terakhir," katanya.
Dalam pernyataan nan disiarkan televisi, Netanyahu mencantumkan pencapaian perang tersebut. Netanyahu juga memuji kerja sama Israel dengan Amerika Serikat dalam perang tersebut.
"Kami tidak hanya menghancurkan rudal nan ada, tetapi juga pabrik-pabrik nan memproduksinya. Iran sekarang menembakkan apa nan tersisa di persediaannya dan persediaan itu terus berkurang," katanya.
"Kami telah merusak program nuklir Iran secara parah, menghancurkan prasarana krusial dan akomodasi sentrifuga," tambahnya menambahkan bahwa Israel bakal memastikan uranium nan diperkaya dikeluarkan dari Iran.
"Kami telah melumpuhkan jaringan finansial dan produksi senjata Garda Revolusi," jelasnya lagi menambahkan bahwa kampanye tersebut juga telah menghantam pabrik baja Iran, kompleks petrokimia, dan prasarana transportasi.
"Kami telah memberikan pukulan berat pada abdi negara penindasan rezim. Kami telah melenyapkan ribuan agennya dan menunjukkan bahwa kami dapat menjangkau mereka di mana saja," klaimnya.
"Bersama-sama, kami meluncurkan operasi bersejarah-yang terbesar nan pernah dilihat Timur Tengah. Kemitraan antara Israel dan Amerika Serikat melawan musuh terbesar kita ini juga belum pernah terjadi sebelumnya."
8.Turki Kutuk Serangan Israel ke Lebanon
Turki "mengutuk keras" serangan Israel nan terus bersambung di Lebanon, nan menurut Israel dan AS tidak tercakup dalam gencatan senjata AS-Iran. Hal ini dikatakan kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam.
"Kami mengutuk keras serangan Israel nan telah meningkat terhadap Lebanon, menyebabkan banyak korban jiwa," kata pernyataan dari Turki, pemain kunci di area ini.
"Serangan-serangan ini memperburuk situasi kemanusiaan di negara tersebut," kata kementerian itu.
"Masyarakat internasional kudu segera bertindak untuk mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon dan melindungi penduduk sipil," tambah pernyataan itu.
9.Presiden Iran: Gencatan Senjata Lebanon Syarat Utama Akhiri Perang
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon adalah salah satu syarat utama dari rencana 10 poin Republik Islam untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, lapor instansi buletin ISNA pada hari Rabu. Pezeshkian mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah panggilan telepon.
"Penerimaan gencatan senjata oleh Teheran adalah tanda nan jelas dari tanggung jawab Iran dan kemauan serius untuk menyelesaikan bentrok melalui diplomasi", kata ISNA.
"Penetapan gencatan senjata di Lebanon telah menjadi salah satu syarat utama dari rencana 10 poin Iran," ujarnya.
10.Lebanon Umumkan Hari Berkabung Nasional
PM Lebanon Nawaf Salam menyatakan hari Kamis sebagai hari berkabung nasional setelah serangan Israel mengguncang negara itu dan menewaskan lebih dari 100 orang, menurut info sementara dari Kementerian Kesehatan.
Dalam sebuah pernyataan, instansi perdana menteri mengatakan hari Kamis bakal menjadi "hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel nan menargetkan ratusan penduduk sipil nan tidak bersalah dan tidak berdaya", memerintahkan penutupan manajemen publik dan penurunan bendera.
Kantor Salam mengatakan dia terlibat dalam upaya diplomatik "untuk memobilisasi semua sumber daya politik dan diplomatik Lebanon untuk menghentikan mesin pembunuh Israel".
11.Presiden Prancis Macron Desak AS Setuju Gencatan Senjata Lebanon
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dia mendesak rekan-rekannya dari AS dan Iran, Donald Trump dan Masoud Pezeshkian, untuk memasukkan Lebanon dalam gencatan senjata nan dicapai dengan Iran. Israel mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka tidak menganggap Lebanon tercakup dalam gencatan senjata Iran-AS nan diumumkan semalam.
"Saya menyatakan angan saya bahwa gencatan senjata bakal sepenuhnya dihormati oleh masing-masing pihak nan bertikai, di semua area konfrontasi, termasuk di Lebanon," tulis Macron di X setelah berbincang dengan kedua pemimpin tersebut.
Ia mengatakan bahwa itu adalah "syarat nan diperlukan agar gencatan senjata dapat dipercaya dan langgeng". Ia menambahkan bahwa perihal itu kudu membuka jalan bagi negosiasi komprehensif untuk memastikan "keamanan bagi semua di Timur Tengah".
"Setiap kesepakatan kudu membahas kekhawatiran nan ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Iran, serta kebijakan regionalnya dan tindakannya nan menghalangi navigasi melalui Selat Hormuz," tegasnya.
Macron adalah pemimpin Barat pertama nan berbincang dengan presiden Iran sejak pengumuman gencatan senjata. Ia juga mengatakan Prancis bakal "memainkan peran penuhnya, dalam koordinasi erat dengan para mitranya" di area tersebut.
12.PBB Ngamuk
Kepala kewenangan asasi manusia PBB dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyuarakan kemarahan atas serangan Israel terhadap Lebanon. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk, apalagi mengatakan skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan.
"Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh susah dipercaya," ujarnya.
13.AS: Gencatan Senjata Tergantung Selat Hormuz
Gencatan senjata nan rentan antara AS dan Iran sekarang berjuntai sepenuhnya pada pembukaan Selat Hormuz bagi kapal-kapal tanpa batasan, termasuk tanggungjawab bayar biaya tol. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Mengutip CNBC International,Trump menginginkan jalur perairan tersebut, nan secara efektif telah diblokade oleh Iran selama perang, dibuka kembali segera tanpa batas apa pun. Pernyataan ini disampaikan Leavitt dalam sebuah pengarahan pers menanggapi rencana Iran nan dilaporkan bakal mengenakan biaya bagi kapal nan melintas di rute pengiriman minyak vital tersebut.
"Bahasa lugas Presiden Trump nan menuntut pembukaan kembali selat dengan segera kudu dipahami secara apa adanya," kata Leavitt.
Kantor buletin negara Iran, Fars, melaporkan pada awal Rabu bahwa lampau lintas kapal tanker minyak melalui selat tersebut telah dihentikan menyusul serangan Israel ke Lebanon nan mengguncang gencatan senjata nan baru melangkah beberapa jam. Namun, Leavitt menyebut laporan tersebut sebagai info palsu.
"Ini adalah kasus di mana apa nan mereka katakan di depan publik berbeda dengan apa nan terjadi secara tertutup. Kami telah memandang peningkatan lampau lintas di selat hari ini, dan saya bakal menegaskan kembali angan serta tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali dengan segera, cepat, dan aman," tegas Leavitt.
Setidaknya dua kapal telah melewati selat tersebut dalam beberapa jam sejak Iran dan AS mencapai kesepakatan gencatan senjata dua minggu pada Selasa malam, menurut jasa pencarian kapal MarineTraffic pada Rabu pagi. Meski demikian, kapal-kapal tersebut digambarkan sebagai pengangkut curah nan membawa kargo kering, bukan minyak.
Para master dan ahli industri mengatakan bahwa secara keseluruhan lampau lintas melalui jalur air vital itu belum meningkat melampaui aliran mini nan dialami sepanjang perang.
14.Hizbullah Tembak Roket
Kelompok militan nan didukung Iran, Hizbullah, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menembakkan roket ke arah Israel sebagai tanggapan atas "pelanggaran" gencatan senjata AS-Iran.
Hal ini terjadi sehari setelah golongan Lebanon tersebut mengatakan bahwa mereka mempunyai "hak" untuk menanggapi gelombang serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon.
"Sebagai tanggapan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, Hizbullah menargetkan kibbutz Israel di Manara dekat perbatasan dengan Lebanon dengan rentetan roket pada Kamis pagi," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan.
(sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·