13 Ribu Kasus TB Diperkirakan Ada di Kepri, Baru 7 Ribu Terdeteksi

Sedang Trending 2 hari yang lalu
13 Ribu Kasus TB Diperkirakan Ada di Kepri, Baru 7 Ribu Terdeteksi Seorang penduduk mengenakan masker saat menjalani pemeriksaan mengenai tuberkulosis (TB) di akomodasi kesehatan.(Dok. MI/Hendri Kremer)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan terdapat sekitar 13.000 kasus tuberkulosis (TB) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Namun, hingga sekarang baru sekitar 6.000–7.000 kasus nan sukses ditemukan dan tercatat dalam penanganan kesehatan.

Kesenjangan tersebut menunjukkan tetap banyak kasus TB nan diperkirakan belum terdeteksi di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan pemerintah dalam memutus rantai penularan penyakit nan disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis tersebut.

Untuk mengejar penemuan kasus, Kemenkes menyiapkan 10 unit perangkat X-ray bagi Kepri. Peralatan pemeriksaan itu ditargetkan diserahkan kepada pemerintah wilayah pada Oktober mendatang.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan penguatan penemuan merupakan salah satu strategi krusial dalam penanggulangan TB. Pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada keberhasilan pengobatan pasien, tetapi juga berupaya menemukan penderita nan belum teridentifikasi.

“Persoalan kita bukan lagi gimana mengobati pasien TB, lantaran tingkat keberhasilan pengobatannya sudah sangat baik. Tantangan kita adalah menemukan kasus dan mencegah orang nan kontak erat agar tidak ikut sakit,” katanya, Jumat (11/9) sore.

Menurut dia, penemuan kasus secara aktif diperlukan untuk mencegah penderita nan belum mendapatkan pengobatan menjadi sumber penularan bagi orang lain. Pemeriksaan juga diarahkan kepada masyarakat nan mempunyai akibat maupun mereka nan melakukan kontak erat dengan pasien TB.

Penyediaan 10 unit X-ray di Kepri diharapkan memperluas jangkauan pemeriksaan, terutama melalui akomodasi pelayanan kesehatan. Peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat keahlian akomodasi kesehatan dalam mendeteksi kasus lebih dini.

Selain perangkat pemeriksaan, Kemenkes menyiapkan pembiayaan untuk mendukung aktivitas penemuan kasus di lapangan. Pemerintah pusat juga memberikan support kepada tenaga kesehatan, radiografer, dokter, hingga kader nan terlibat dalam program penanggulangan TB.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pemerataan akomodasi pemeriksaan TB dengan menyediakan perangkat X-ray di puskesmas. Penyediaan peralatan tersebut juga bakal disertai support tenaga radiografer serta peremajaan akomodasi kesehatan.

Langkah itu dinilai krusial lantaran penanganan TB tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan terhadap pasien nan sudah terdiagnosis. Semakin banyak kasus ditemukan lebih awal, semakin sigap pula penderita mendapatkan pengobatan sehingga potensi penularan dapat ditekan.

Bagi Kepri, tambahan akomodasi pemeriksaan tersebut diharapkan bisa memperkecil selisih antara jumlah kasus nan diperkirakan dan kasus nan telah ditemukan. Dengan perkiraan 13.000 kasus dan baru sekitar 6.000–7.000 nan terdeteksi, pekerjaan rumah pemerintah tetap cukup besar untuk menemukan penderita TB nan belum teridentifikasi. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia