Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 13 jembatan gantung di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat putus akibat banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kerusakan prasarana tersebut terjadi pascabanjir luapan nan melanda wilayah itu sejak Minggu (17/5).
"Tercatat ada 13 jembatan gantung nan putus serta satu akses jalan utama tetap terendam air," kata Abdul di Jakarta, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putusnya jembatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim reaksi sigap di lapangan untuk pengedaran pasokan support darurat, khususnya wilayah Kecamatan Kayan Hilir.
Adapun berasas info pemutakhiran nan diterima BNPB, jumlah korban terdampak sebanyak 5.078 kepala keluarga, dan lima unit rumah di antaranya mengalami rusak berat.
Para penyintas banjir tersebut merupakan penduduk dari 15 desa, di antaranya Desa Nanga Toran dan Pakak di Kayan Hulu; Desa Landau Beringin dan Nanga Mau di Kayan Hilir; serta Desa Sungai Sintang dan Bengkuang di Kelam Permai.
Saat ini, kata Abdul, tim reaksi sigap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang tetap berupaya melakukan penanganan darurat di letak kejadian.
(antara/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·