123 Hotspot Terindikasi Karhutla Terpantau di Riau

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan melalui udara ke sejumlah wilayah nan terpantau mempunyai konsentrasi hotspot kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (12/8).

Pantauan via udara dilakukan berasas info terbaru Dashboard Lancang Kuning (DLK), menunjukkan ada sebanyak 123 hotspot.

Pemantauan udara nan juga dilakukan bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan itu dilakukan ke sejumlah wilayah dengan konsentrasi hotspot. Pemantauan dilakukan untuk memandang kondisi aktual sekaligus memastikan penanganan Karhutla melangkah sigap dan terkoordinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, pengecekan melalui udara dilakukan sebagai tindak lanjut atas peningkatan jumlah hotspot nan terpantau di sejumlah wilayah Riau.

"Bapak Kapolda berbareng Forkopimda melakukan pengecekan langsung melalui udara untuk memandang kondisi aktual di wilayah nan terpantau mempunyai hotspot. Data dari Dashboard Lancang Kuning menjadi salah satu dasar menentukan wilayah nan menjadi perhatian dan prioritas penanganan," kata Akmadi dalam keterangannya.

Berdasarkan pantauan DLK hingga pukul 06.00 WIB, terdapat 123 hotspot di Provinsi Riau ialah 3 hotspot kategori rendah, 119 kategori sedang, dan satu kategori tinggi.

Menurut Akmadi, perhatian utama saat ini diberikan terhadap Indragiri Hulu, Siak dan Indragiri Hilir lantaran mempunyai konsentrasi hotspot tertinggi. Selain itu, penanganan juga difokuskan pada wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, khususnya area nan berbatasan dengan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 42 hotspot, terdiri dari 3 kategori rendah, 38 sedang dan satu kategori tinggi. Adapun di  Kabupaten Siak terpantau 34 hotspot dan Indragiri Hilir 25 hotspot. Hotspot lainnya tersebar di Pelalawan sebanyak 7 titik, Kampar 5 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Kepulauan Meranti 3 titik, Bengkalis 2 titik,  dan Kota Dumai 1 titik.

Akmadi menjelaskan keberadaan hotspot belum serta-merta menunjukkan seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Oleh lantaran itu, jejeran kewilayahan telah diperintahkan melakukan pengececkan lapangan dan verifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

"Pemantauan dari udara ini sekaligus memastikan bahwa info nan diterima di posko betul-betul ditindaklanjuti di lapangan. Jajaran sudah bergerak melakukan verifikasi, patroli, pemadaman maupun pendinginan sesuai kondisi masing-masing wilayah," jelas Akmadi.

Ia menambahkan, Polda Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD dan seluruh unsur mengenai dalam penanganan Karhutla. Seluruh Polres jejeran juga diminta meningkatkan monitoring melalui Dashboard Lancang Kuning dan memperkuat patroli pada area rawan.

Turut dalam pemantauan udara tersebut adalah Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, Kapok Sahli Kodam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI M. Yahya, serta Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(kid/tim/kid)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional