110 Korban Banjir Nagan Raya Tagih Janji BNPB Soal Dana Huntara Mandiri

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, NAGAN RAYA, – Warga korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera memperjelas pembayaran tukar rugi pembangunan Huntara Mandiri. Hingga kini, janji pencairan biaya support tersebut dinilai tetap belum menemui kejelasan, padahal penduduk telah lama menyelesaikan pembangunan kediaman sementara secara swadaya.

“Hingga saat ini, janji pembayaran biaya support tersebut dinilai tetap belum menemui kejelasan. Padahal kami sudah lama menyelesaikan pembangunan huntara secara mandiri,” kata Ismed, seorang penyintas banjir penduduk Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh kepada ANTARA, di Suka Makmue, Senin.

Ismed mengungkapkan, saat ini ada dua jenis huntara nan ada di wilayah mereka, ialah huntara nan disediakan langsung oleh pemerintah dan huntara nan dibangun secara berdikari oleh penduduk setempat. Ia menyampaikan rasa sedihnya lantaran ada perbedaan perlakuan antara huntara buatan pemerintah dan huntara berdikari nan dibangun warga.

"Kami sedih sekali. Ada Huntara nan dibuat oleh pemerintah, ada Huntara nan menetap (Mandiri). Huntara menetap ini dibuat sendiri (Huntara Mandiri). Dibilangnya bayar, tapi hari ini tidak dibayar," ujar Ismed.

Janji Pemerintah Tak Kunjung Terealisasi

Menurut Ismed, janji awal dari pihak mengenai adalah memberikan support duit nan besarannya disesuaikan dengan kondisi alias bentuk rumah Huntara Mandiri nan dibangun oleh masing-masing warga. Namun, kenyataannya hingga sekarang belum ada satu pun penduduk di kecamatan tersebut nan menerima pembayaran.

Ismed memperkirakan ada kurang lebih 100 unit lebih Huntara Mandiri di wilayahnya nan nasibnya sama, belum mendapatkan pencairan biaya dari pemerintah. Pihaknya mengaku sudah mencoba mempertanyakan kejelasan perihal ini kepada perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) nan ada di tingkat kecamatan. Namun, jawaban nan diterima dinilai belum memberikan kepastian nan pasti.

"Kami sudah sampaikan kepada perwakilan BPBD di kecamatan. Kami tanya kapan? Jawabannya 'sebentar lagi, sejenak lagi'. Cuma hari ini belum ada uangnya untuk rakyat," tambah Ismed.

Ismed menegaskan bahwa tuntutan ini bukan corak meminta-minta, melainkan menagih janji dan komitmen kepastian nan sejak awal disampaikan oleh BNPB kepada masyarakat korban bencana. Mereka berambisi pemerintah bisa bersikap tegas dan transparan mengenai ada alias tidaknya support tersebut.

"Permintaan kami, jika dibayar bilang bayar, jika enggak, kami enggak paksa juga. Kami hanya minta ketegasan dari pemerintah," pungkasnya.

Respons BPBD Nagan Raya

Saat ini, penduduk terdampak musibah dilaporkan sudah menempati huntara sementara, namun mereka tetap terus menunggu realisasi janji pemerintah mengenai support untuk kediaman nan menetap. Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi nan dikonfirmasi terpisah, Senin membenarkan bahwa saat ini sebanyak 110 kepala family (KK) penyintas banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, belum mendapatkan pergantian pembangunan huntara berdikari dari BNPB.

“Semua info sudah kami laporkan ke BNPB, tetap menunggu pencairan,” katanya.

Irfanda menjelaskan, sebanyak 110 KK penyintas banjir bandang di Beutong Ateuh, Nagan Raya nan sebelumnya telah membangun huntara berdikari pascabencana alam, juga sudah dilakukan pendataan oleh pemerintah daerah, dan dilaporkan ke BNPB guna mendapatkan tindaklanjut pengembalian pembangunan huntara. “Kalau tidak salah, angkanya Rp20 juta/unit huntara,” demikian Irfanda Rinaldi.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional