BEI catat 11 perusahaan skala besar siap IPO di pasar modal RI.
, JAKARTA, – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya 11 perusahaan beraset skala besar nan berada dalam pipeline untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Total ada 15 perusahaan dalam antrean IPO hingga 30 April 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa perusahaan nan berada dalam antrean terdiri dari tiga perusahaan sektor kesehatan, tiga perusahaan sektor peralatan konsumen primer, dan tiga perusahaan sektor peralatan konsumen nonprimer. Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor prasarana dan dua dari sektor teknologi, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor daya dan sektor keuangan.
Kriteria perusahaan beraset skala besar adalah mempunyai aset di atas Rp250 miliar, sementara perusahaan beraset skala menengah mempunyai aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Klasifikasi ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Hingga 30 April 2026, satu perusahaan telah sukses melaksanakan IPO dengan biaya terhimpun sebesar Rp302,4 miliar. Saat ini, total perusahaan nan terdaftar di pasar modal Indonesia mencapai 957, dengan sasaran penambahan 50 perusahaan nan bakal IPO sepanjang tahun 2026.
Penerbitan Efek dan Sukuk
Selain IPO, BEI juga mencatat publikasi 54 emisi dari 35 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan total biaya sebesar Rp58,90 triliun. Dalam antrean, terdapat 47 emisi dari 33 penerbit nan sedang mempersiapkan publikasi EBUS.
Untuk rights issue, tercatat tiga perusahaan telah melangsungkan tindakan ini dengan nilai total Rp3,75 triliun. Satu perusahaan dari sektor properti saat ini dalam persiapan untuk melaksanakan rights issue.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·