Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, mengatakan bakal mempertemukan bayi-bayi nan dievakuasi di rumah orang tua seorang perawat di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman dengan orang tuanya.
Dari 11 bayi nan dievakuasi, dua di antaranya sudah dijemput orang tua. Sementara ada tiga bayi nan tetap dirawat di rumah sakit lantaran mempunyai sakit jantung bawaan, sakit kuning, dan hernia.
"Yang dua (bayi) itu sudah diambil oleh orang tua kandungnya melalui asesmen dari kita setelah dicek diasesmen dengan baik. Kemudian nan tiga orang itu (bayi) lantaran pada saat kita temukan itu dicek kesehatan oleh master dari Puskesmas Pakem, itu nan tiga dirujuk ke rumah sakit," kata Wawan melalui sambungan telepon, Senin (11/5).
Sementara enam bayi lainnya dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) milik Dinsos DIY. Sembilan bayi ini diharapkan bisa segera berjumpa orang tuanya.
"Sebisa mungkin kami bakal segera mempertemukan dengan ibu kandungnya alias orang tua kandungnya setelah melalui asesmen nan ketat itu ya," katanya.
Wawan mengatakan pihaknya telah rapat koordinasi dengan lembaga terkait. Kesimpulannya, komitmen utama adalah mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan hak-hak anak-anak tersebut, termasuk kewenangan asal-usulnya kudu kita lindungi.
Anak usia bayi seperti ini, menurut Wawan pada prinsipnya nan utama kudu diasuh orang tua kadungnya.
Namun, dalam prosesnya kelak Dinsos Sleman tetap bakal melakukan pengawasan berkala mengenai pengasuhannya.
"Nanti kita telusuri dari surat (keterangan) lahir itu, asesmen dan lain-lain. Ada pekerja sosial tersendiri kelak nan melakukan asesmen. Tentu saja lantaran ini kasus ya kelak kerja sama dengan Polresta juga," katanya.
"Kita pantau," tegasnya.
Sebelumnya, polisi menjelaskan 11 tersebut sebelumnya dibantu persalinannya oleh perawat berinisial ORP nan praktik di Kapanewon Gamping, Sleman. Bayi tersebut lahir di luar nikah.
Oleh orang tua, bayi dititipkan di perawat ORP dengan biaya Rp 50 ribu.
Karena di Gamping sedang ada hajatan, selama seminggu terakhir bayi ini dirawat di Pakem.
Di Pakem bayi dirawat oleh ibu ORP nan berinisial K berbareng suaminya nan berinisial S dan seorang pembantu.
Polisi saat ini tetap terus mendalami kasus ini. Termasuk mencari tahu apakah ada tindak pidana dalam kasus ini. Total 11 orang telah dimintai keterangan termasuk ORP, K, dan S.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·