Arief Setyadi
, Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2026 |14:56 WIB

Longsor (Foto: Ilustrasi/Dok BNPB)
JAKARTA – Sebanyak 1.572 titik longsor ditemukan di area hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Temuan tersebut dinilai turut memperburuk akibat banjir bandang nan melanda wilayah itu pada 25 November 2025.
Peneliti Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) Eko Kusratmoko, menjelaskan dari hasil kajian I-SER UI, sebagian besar titik longsor teridentifikasi di area rimba nan mempunyai kemiringan lereng curam hingga sangat curam. Hasil kajian berasas gambaran satelit menunjukkan sekitar 81 persen dari total titik longsor tersebut berada di lahan hutan.
“Dari 1.572 titik, 81 persen ada di wilayah lahan rimba dengan lereng curam sampai sangat curam,” kata Eko dalam keterangannya, dikutip Senin (17/8/2026).
Ia menerangkan, keberadaan longsoran di bagian hulu dapat menjadi ancaman serius ketika wilayah tersebut diguyur hujan ekstrem. Material tanah dan lumpur nan terbawa arus berpotensi menutup saluran sungai sehingga aliran air meluap dalam jumlah besar menuju area hilir.
“Hujan nan ekstrem ini menimbulkan longsoran dahsyat di hulu dan kemudian aliran debris lumpur bakal menutup di saluran, jebol dan terjadilah banjir bandang,” tuturnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·