1.430 Tewas Akibat Gempa di Venezuela, Tim Penyelamat Berburu dengan Waktu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
1.430 Tewas Akibat Gempa di Venezuela, Tim Penyelamat Berburu dengan Waktu Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitude di Venezuela(Sosial media X)

JUMLAH korban meninggal bumi akibat gempa bumi luar biasa nan mengguncang Venezuela terus bertambah. Dikutip Minggu (28/6) korban tewas dilaporkan mencapai 1.430 orang, sementara itu tim penyelamat tetap berupaya menemukan penyintas di bawah reruntuhan bangunan.

Memasuki 72 jam alias tiga hari setelah gempa terjadi, puluhan ribu orang tetap dilaporkan hilang. Kerusakan parah nan melanda sejumlah kota membikin operasi pencarian dan pengamanan berjalan dalam kondisi nan sangat sulit.

Di saat nan sama, jutaan penduduk menghadapi ancaman krisis kemanusiaan akibat keterbatasan akses terhadap air bersih, sanitasi, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan internasional mulai berdatangan, termasuk penerbangan support pertama dari Amerika Serikat nan telah mendarat di Caracas.

Bencana tersebut memperparah kondisi Venezuela nan sebelumnya telah dilanda krisis ekonomi dan gejolak politik sejak pasukan unik Amerika Serikat menangkap pemimpin otoriter Nicolas Maduro pada Januari 2026.

Menghadapi kritik publik terhadap lambatnya respons pemerintah, pemimpin sementara Venezuela nan didukung Amerika Serikat, Delcy Rodriguez, menyampaikan apresiasi kepada beragam negara nan telah mengirimkan support kemanusiaan.

Tim penyelamat berbareng penduduk tetap terus berupaya mencari korban selamat di antara puing-puing gedung nan runtuh akibat dua gempa besar nan mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).

Para mahir menyebut 72 jam pertama setelah musibah merupakan periode paling krusial untuk menemukan korban nan tetap memperkuat hidup. Setelah melewati pemisah waktu tersebut, operasi pengamanan umumnya beranjak menjadi pencarian korban meninggal.

"Situasinya sangat kacau, panas, dan tidak terorganisir," kata petugas pemadam kebakaran Australia, Craig Demeillon, nan melakukan perjalanan sendirian ke La Guaira dari Miami untuk membantu. 

"Semoga tetap ada orang nan bisa ditemukan," tambahnya.

Seorang personil tim penyelamat asal El Salvador nan enggan disebutkan namanya juga menggambarkan kondisi di lapangan dengan nada pesimistis.

"Saat ini, mereka mungkin sudah menjadi mayat. Hanya keajaiban Tuhan jika kita tetap bisa menemukan orang nan tetap hidup," katanya.

Kepala support Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher mengatakan, Jumat (26/6), bahwa jumlah korban meninggal kemungkinan tetap bakal terus bertambah. Ia juga mengungkapkan lebih dari 50.000 orang hingga sekarang tetap dinyatakan hilang.

Di tengah suasana duka, tim penyelamat sukses menemukan seorang bayi dalam keadaan hidup di bawah reruntuhan gedung di wilayah pesisir La Guaira, sebelah utara Caracas. Bayi tersebut dievakuasi pada Jumat (26/6), sekitar 32 jam setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang area tersebut.

Sebuah video nan beredar di media sosial memperlihatkan seorang laki-laki menangis haru sembari menggendong bayi nan sukses diselamatkan tersebut.

Berdasarkan info badan migrasi PBB, sekitar 6,76 juta orang diperkirakan terdampak musibah ini dan memerlukan support kemanusiaan, mulai dari tempat penampungan darurat, air bersih, sanitasi, jasa kesehatan, perlindungan, hingga kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan, Sabtu (27/6), bahwa jumlah korban mencapai 1.430 orang meninggal bumi dan 3.238 orang mengalami luka-luka.

PBB juga memperkirakan kerugian bentuk akibat gempa mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS alias setara dengan sekitar enam persen dari produk domestik bruto (PDB) Venezuela, menjadikan musibah ini sebagai salah satu nan paling merusak dalam sejarah negara tersebut. (CNN/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia