1.364 Siswa SMP Negeri 3 Kota Depok Berbulan-Bulan Belajar di Lantai Tanpa Meja dan Kursi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
1.364 Siswa SMP Negeri 3 Kota Depok Berbulan-Bulan Belajar di Lantai Tanpa Meja dan Kursi SMP Negeri 3 Kota Depok(MI/Kisar)

FENOMENA siswa sekolah negeri belajar di lantai tanpa bangku dan meja terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Potret keprihatinan  belajar duduk dan tengkurap di lantai saat menulis terjadi di SMP Negeri 3 Kota Depok, Jalan Barito Raya, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Berdasarkan keterangan, belajar melantai di SMP Negeri 3 Kota Depok ini sudah terjadi sejak 6 bulan lampau dari mulai Januari hingga Juni 2026.

Keterangan nan sukses dihimpun, ada 1.364 siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kota Depok nan belajar di lantai tanpa bangku dan meja, karena  mebelair tidak ada di sekolah tersebut. Dan, mirisnya Pemerintah Kota Depok tak ambil pusing dengan keadaan ini. Artinya, tak ada perhatian pemerintah wilayah sama sekali, menyebabkan siswa dan siswi  kudu belajar di lantai tanpa bangku dan meja di lantai kelas nan keras.

Ketiadaan bangku dan meja di SMP Negeri 3 Kota Depok telah sering kali dikeluhkan oleh para orang tua lantaran menurunnya konsentrasi belajar mengajar siswa dan siswi.

"Ribuan siswa dan siswi  sering kali  mengeluh. Keluhannya, mereka susah konsentrasi lantaran lantai nan keras dan dingin. Selain itu, posisi tubuh siswa dan siswi  tidak nyaman akibat belajar tanpa alas, serta membungkuk, jongkok, dan tengkurap saat menulis, " ungkap para orang tua, Minggu (14/6/2026).

Para orang tua mengungkap, mereka sangat prihatin terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya, karena terlalu lama belajar melantai tanpa dasar sangat berakibat pada masalah kesehatan.

"Duduk di lantai dalam jangka waktu lama bakal mengganggu postur tulang serta penglihatan siswa, " ungkap Erna, salah satu dari orang tua siswa.

Menurut Erna, ribuan siswa dan siswi  belajar di lantai tanpa bangku dan meja harusnya  menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Depok. "Pemerintah Kota Depok harusnya menyiapkan akomodasi meja dan bangku sekolah. Kami para orang tua sudah mempertanyakan akomodasi sekolah ini ke dinas terkait, termasuk mempertanyakan bantuan operasional sekolah (BOS) nan dialokasikan pemerintah, namun tak ada tanggapan, " ungkapnya.

Eks Kepala SMP Negeri 3 Kota Depok, nan sekarang Kepala SMP Negeri 8, Kota Depok Ety Kuswandarini  membenarkan siswa dan siswi belajar tanpa meja dan bangku ketika tetap dirinya sebagai  Kepala Sekolah di SMP Negeri 3 Kota Depok.

Ety mengatakan  SMP Negeri 3 Kota Depok nan dipimpinnya  mempunyai tiga lantai dengan 33 ruang kelas dan 1.364 orang siswa dan siswi. SMP Negeri 3 Kota Depok di Jalan Barito Raya, Kelurahan Suka Kecamatan Sukmajaya merupakan gedung baru. Sekolah tersebut  telah diresmikan pada Januari 2026. " Meskipun bangunannya megah, proyek ini menyisakan hambatan lantaran akomodasi mebel belum memadai, " katanya.

Ety tak menjelaskan apakah anggaran difokuskan pada pembangunan fisik, sehingga pengadaan meja dan bangku siswa  dan siswa belum tersedia saat gedung mulai digunakan." Mungkin lantaran keterlambatan pengadaan fasilitas, alias penggunaan ruang kelas baru nan belum dilengkapi mebel, " kilahnya.

Untuk sementara, kata Ety ribuan siswa dan siswa membawa tikar dan  belajar dengan langkah lesehan alias menggunakan meja lipat nan dibawa sendiri dari rumah. Berdasarkan keterangan di Balai Kota Depok, Gedung baru berlantai tiga dengan corak menyerupai huruf U ini diresmikan pada 8 Januari 2026. Pembangunan ini menelan biaya dahsyat senilai Rp28 miliar nan berasal dari APBD.

Penyebab masalah meja dan bangku karena  Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok mengalami ketidaksinkronan, di mana proses pembangunan gedung dipisah dari pengadaan mebel nan baru dapat diproses pada tahun 2026 (KG/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia