Simulasi Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta memeriksa penduduk nan terindikasi terkena virus ebola saat simulasi penanggulangan pandemi ebola di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).(MI/Ramdani)
JUMLAH korban meninggal akibat pandemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 300 kasus, dengan 1.155 kasus terkonfirmasi, menurut Kementerian komunikasi dan media negara tersebut.
"Epidemi tetap aktif di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan ... dengan 1.155 kasus terkonfirmasi dan 304 kematian," kata kementerian melalui pernyataan pada Kamis (25/6).
Tingkat kematian kasus naik 1 poin persentase dibanding laporan sebelumnya menjadi 26,3%. WHO pada Mei 2026 menetapkan pandemi Ebola di RD Kongo dan Uganda menjadi status darurat nan berpotensi menakut-nakuti negara lain. Badan PBB itu menilai akibat penyebaran lebih lanjut di area tersebut tergolong tinggi.
Sebelumnya pada Selasa (23/6) WHO menyatakan bahwa pandemi Ebola nan terjadi di RD Kongo merupakan jumlah kasus terkonfirmasi terbesar sepanjang sejarah pada bulan pertama wabah.
Sementara itu, pada hari nan sama pemerintah RD Kongo melaporkan jumlah korban meninggal akibat Ebola mencapai 267 orang, sementara jumlah kasus terkonfirmasi naik menjadi 1.048 kasus. Tingkat fatalitas saat ini juga mencapai lebih dari 25%, katanya.
"Wabah ini terus meluas ... Ini menjadi jumlah kasus terkonfirmasi terbesar dalam bulan pertama pandemi Ebola di Afrika," kata Direktur di Departemen Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdirahman Mahamud di Jenewa. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·