Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menghormati proses norma terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo nan menjadi tersangka kasus pemerasan di KPK. Ia menegaskan, pelayanan publik di wilayah tetap kudu melangkah tanpa gangguan.
Emil mengatakan, pemerintah provinsi memastikan roda pemerintahan di Tulungagung tetap melangkah meski ada proses norma nan sedang berlangsung.
“Ya, kita hormati proses norma nan berjalan dan memastikan bahwa pelayanan publik kudu melangkah lancar untuk masyarakat Tulungagung,” kata Emil di DPR, Senin (13/4).
“Roda pemerintahan kudu terus bergerak tanpa hambatan,” ujarnya.
Emil menyebut, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan beragam pihak, termasuk KPK, untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mencegah kasus serupa.
“Kita terus-terus juga berkoordinasi dengan beragam elemen, tidak terkecuali dengan KPK untuk melakukan pembenahan,” ucapnya.
“Ada nan namanya MCSP Monitoring Control Supervision. Jadi gimana itu adalah sebuah upaya untuk meminimalisir dan terus meminimalisir potensi akibat penyimpangan tata kelola,” tambahnya.
Menurutnya, setiap peristiwa norma nan melibatkan kepala wilayah menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat pengawasan.
“Kita selama ini pasti merasa sudah mengawasi. Kalau kemudian ada peristiwa nan terjadi, artinya kudu ada pembenahan pengawasan,” tuturnya.
Politikus Demokrat ini mengatakan, koordinasi dengan KPK dalam upaya pencegahan juga terus berjalan. Ia memastikan pedoman integritas bagi ASN tetap diperkuat agar tidak terjebak dalam tekanan nan berpotensi melanggar aturan.
“Semua PNS, semua ASN itu selalu diberikan pedoman mengenai integritas. Ini bagian dari upaya selama ini,” katanya.
Ia mengingatkan ASN untuk tidak mengikuti tekanan nan dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
“Nah, sehingga jika misalnya ada tekanan dari mana pun asalnya, mereka kudu tahu bahwa jika itu tidak disikapi dengan tepat, itu bisa bisa kemudian merugikan diri mereka sendiri,” pungkasnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·