Liputan6.com, Jakarta - Pendakwah muda, Habib Husein Ja'far Al Hadar, merespons viralnya tindakan seorang pemuda nan meminum oli di Makassar dengan menekankan pentingnya menggunakan logika sehat dalam menyikapi perihal berbahaya.
Menurut dia, tindakan mengonsumsi sesuatu nan rawan tidak perlu diperdebatkan alias menunggu penjelasan ulama, lantaran secara logika sudah semestinya dihindari.
"Saya jadi ingat sama syairnya Remy Sylado. Katanya orang Indonesia itu orang nan sering membawa-bawa Tuhan untuk urusan nan sebenarnya selesai di tingkat RT, RW. Nah, sebenarnya urusan minum sesuatu nan rawan itu ya enggak perlu tanya ulama, tanya logika sehat aja sudah semestinya sesuatu nan dihindari,” kata Husein saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (8/4/2026).
Dia menegaskan, dalam aliran Islam, segala sesuatu nan membahayakan diri sendiri maupun orang lain sudah jelas dilarang.
“Jadi enggak perlu MUI mengharamkannya lantaran memang haram begitu. Tapi jika secara agama, semua hal-hal nan membahayakan kata Nabi Muhammad, baik membahayakan diri sendiri maupun orang lain, itu haram. Termasuk mengonsumsi oli,” ujarnya.
Selain itu, dia menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an juga ditegaskan agar manusia hanya mengonsumsi sesuatu nan baik (tayyib) dan menghindari perihal nan tidak berfaedah alias berbahaya.
“Dan memang bukan hanya haram, sesuatu itu nan tidak tayyib, nan tidak baik, itu memang semestinya dihindari, kata Al-Qur'an,” lanjut dia.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·