Ia menegaskan, langkah awal nan menjadi prioritas Ombudsman adalah pembenahan internal lembaga. Menurutnya, sejumlah aspek mendasar tetap perlu diperkuat agar kegunaan pengawasan melangkah optimal.
“Prioritas pertama adalah pembenahan internal. Ada banyak perihal di internal Ombudsman nan kudu diperbaiki, di antaranya struktur, SDM, dan anggaran, lantaran Ombudsman tetap dirasa berjarak dengan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hery menekankan pentingnya mendekatkan peran Ombudsman dengan agenda strategis pemerintah, khususnya program Asta Cita nan menjadi arah pembangunan nasional.
Ia menilai tetap banyak program pemerintah nan belum sepenuhnya tersampaikan dan dirasakan masyarakat.
“Oleh lantaran itu, kami bakal mendekatkan program-program pemerintah, ialah Asta Cita, agar dapat dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap program-program unggulan seperti pendidikan gratis, sekolah rakyat, hingga makan bergizi cuma-cuma bakal menjadi bagian krusial dalam kerja Ombudsman ke depan.
“Dengan demikian, perlu pengawasan Ombudsman lantaran tetap banyak program Asta Cita nan belum tersampaikan kepada masyarakat, seperti pendidikan gratis, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, dan lain sebagainya,” lanjutnya.
“Oleh lantaran itu, program-program pemerintah ini bakal kami dekatkan dengan masyarakat agar dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Diperlukan pula pendampingan dari Ombudsman agar program pemerintah nan baik dapat betul-betul dirasakan masyarakat,” sambung Hery.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo resmi melantik sembilan personil Ombudsman RI periode 2026–2031.
Susunannya adalah Hery Susanto sebagai Ketua, Rahmadi Indra Tektona sebagai Wakil Ketua, serta Abdul Ghoffar, Fikri Yasin, Maneger Nasution, Nuzran Joher, Partono, Robertus Na Endi Jaweng, dan Syafrida Rachmawati Rasahan sebagai anggota.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·