Jakarta -
Iptu Juani Aing merangkul dan membina anak-anak di Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, agar tidak terjerumus peredaran narkoba. Dulu, wilayah Selumit Pantai dikenal sebagai mal narkoba alias tempat transaksi narkoba besar-besaran.
Atas kiprahnya, Kaurbinops (KBO) Narkoba Polres Tarakan itu diusulkan dalam Hoegeng Awards 2026 oleh Lurah Selumit Pantai, Andi Arfan. Andi menilai peran Iptu Juani berkedudukan besar dalam mengubah kampung narkoba di Selumit Pantai menjadi kampung bebas narkoba. Berikut testimoninya:
Sosok nan ceria dan ramah dengan semua orang dan Ibu Juani juga suka membantu orang lain, baik dengan pemikiran, tenaga ataupun dengan materi. Kesungguhan Bu Juani dalam perhatiannya sangat besar dalam merubah kampung narkoba menjadi kampung tematik warna warni, di mana tujuan utamanya adalah pemberian support bagi penduduk nan tidak bisa dan pengamanan terhadap generasi anak-anak di dalam lingkungan kampung narkoba Selumit Pantai. Banyak aktivitas nan dilaksanakan merubah kampung kumuh menjadi kampung warna warni dengan aktivitas kerja bakti, pengecatan masal rumah warga, jembatan, perbaikan jalan dan perbaikan rumah nan tidak layak huni. Beberapa aktivitas dilaksanakan seperti training UMKM dan membantu permodalan dan pemasaran UMKM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian detikcom menghubungi Lurah Andi. Dia mengaku salut dengan kiprah Iptu Juani nan mau turun langsung dan memimpin personil Polres Tarakan untuk merangkul serta membina anak-anak Selumit Pantai agar selamat dari ancaman narkoba.
"Beberapa anak ini kan jadi korban daripada lingkungan narkoba ini, makanya Polres Tarakan turun melalui Bu Juani Aing, termasuk mengasuh beberapa anak melalui aktivitas wahana pendidikan pembatasan dan mereka juga masuk ke TPA Masjid Al Ma'ruf untuk mengajari mereka gimana bisa membaca Al Quran," kata Andi kepada detikcom, Jumat (13/3/2026).
"Terkait dengan ada beberapa anak-anak nan memang agak susah, mereka juga memberikan support ke anak-anak ini. Penghibur terhadap anak-anak juga, banyak sih nan dia buat untuk penyelenggaraan aktivitas di Selumit Pantai," tambahnya.
Lurah Andi merasa miris ketika anak-anak dimanfaatkan dalam peredaran peralatan haram di Selumit Pantai. Beruntung, Polres Tarakang melalui Iptu Juani dkk peduli bakal masa depan anak-anak. Sebagai lurah, Andi pun merasa terbantu dengan kerja-kerja Iptu Juani.
"Kalau kami dari kelurahan memang ini sangat berfaedah lantaran mereka ini kan kaum termarjinalkan dan terpinggirkan. Ketika ada beberapa support masuk, relawan-relawan lain juga masuk untuk memberikan perhatian lebih besar ke anak-anak ini sangat bermanfaat," ucapnya.
Andi berterima kasih sekarang hidup masyarakat Selumit Pantai sudah berubah lantaran bebas dari peredaran narkoba. Menurutnya, masyarakat setempat juga sudah tidak tertutup lagi terhadap orang baru dan perkembangan zaman.
"Kalau sekarang kan ketika Bu Juani masuk ke wilayah tersebut, mereka datang, Bu Juan ini juga berbagi ketika ada nan bisa dia bawa, mereka peluk, sepertinya ada kehangatan kayak hubungan orang tua dengan anak," ujarnya.
Cerita Iptu Juani Aing
Iptu Juani merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Kepada detikcom, Juani menceritakan kiprahnya melakukan pembinaan kepada anak-anak di wilayah pesisir Tarakan itu agar tidak dimanfaatkan untuk transaksi narkotika.
Iptu Juani melaksanakan kegiatannya itu sejak Desember 2024. Dia membujuk dua puluhan Polwan Polres Tarakan untuk menggelar pembinaan dan pendampingan terhadap 80 anak-anak di Selumit Pantai.
Sebelum aktivitas Iptu Juani dkk dimulai, Selumit Pantai menjadi area nan lekat dengan transaksi narkotika, apalagi melibatkan anak-anak dan ibu rumah tangga sebagai kurir alias informan. Dulu, kasus peredaran narkoba kerap mewarnai keseharian warga.
"Saya sebagai wanita di situ prihatin memandang kondisi anak-anak nan ada di wilayah tersebut lantaran memang wilayah itu selain wilayahnya nan kumuh, padat penduduk, memang rawan sekali terjadi transaksi narkoba," kata Juani kepada detikcom, Kamis (20/11/2025).
Niat baik Iptu Juani awalnya tidak disambut baik oleh masyarakat setempat. Menurut Juani, masyarakat Selumit Pantai sangat tertutup kepada orang asing nan masuk ke kampungnya, terlebih kepada abdi negara kepolisian. Anak-anak mini di area itu juga takut terhadap polisi.
"Mereka jika ngeliat orang asing kan mereka ngelihatnya kayak sinis gitu. Apalagi kita abdi negara menggunakan uniform lengkap, mereka pasti tidak bakal berkenan dengan adanya kehadiran kita di situ, apalagi kita adakan aktivitas di situ pun, mereka tidak pernah mau tahu sama sekali," ucapnya.
Tapi Iptu Juani tak menyerah. Dia membujuk rekan sesama Polwan untuk semakin gencar melakukan aktivitas positif untuk pendekatan dengan masyarakat setempat.
"Setiap hari kami membersihkan wilayah mereka, membersihkan sampah-sampah nan berserakan, lantaran di situ memang kumuh, rumah mereka itu seperti panggung di bawah itu sungai nan sudah bergesekan dengan sampah plastik kebanyakan," ujarnya.
Pelan-pelan aksinya membuahkan hasil, sedikit demi sedikit masyarakat Selumit Pantai mulai membuka diri dan berasosiasi untuk sama-sama bebenah wilayah tempat tinggalnya. Menurut Juani, masyarakat nan menerima kehadiran polisi semakin banyak dan anak-anak setempat tidak takut lagi dengan aparat.
"Berjalannya waktu anak-anak nan ada di situ akhirnya mereka dekat dengan kita. Kenapa saya bilang mereka dekat dengan kita? Awalnya memang mereka takut, tapi kita terus merangkul. Di situ kita sudah mulai mengetahui kendala-kendala nan mereka alami di sana," kata Juani.
Iptu Juani dkk pun melakukan pendataan terhadap puluhan anak-anak Selumit Pantai nan tidak sekolah lantaran putus sekolah tak punya biaya hingga lantaran mengikuti orang tuanya berpindah-pindah tempat. Ia merasa prihatin dengan kondisi anak-anak setempat nan tidak dapat perhatian dari orang tuanya.
"Mereka (anak-anak) itu kurang perhatian, mereka di rumah tidak ada nan pantau, sehingga keseharian mereka itu tidak jelas, mereka keluyuran, sehingga rentan dan rawan sekali mereka digunakan untuk menjadi kurir alias penjual narkoba di wilayah tersebut," ucapnya.
Interaksi Iptu Juani dkk dengan anak-anak Selumit Pantai semakin intens. Kekhawatirannya rupanya benar, anak-anak di situ dimanfaatkan orang dewasa penjual narkoba untuk menjadi kurir peralatan haram hingga mata-mata.
"Miris bagi kami mendengar perihal itu, lantaran jika kita lihat memang kondisi di wilayah itu sangat-sangat memprihatinkan, rupanya tetap ada wilayah nan banyak sekali anak-anak nan tetap butuh perhatian dari kita. Nah mulai dari situ kami dari Polwan Polres Tarakan melakukan kegiatan," ujarnya.
Dia pun membujuk dan mendampingi anak-anak Selumit Pantai untuk giat mengaji di masjid sekitar wilayah tersebut. Ada 80 anak nan Iptu Juani dkk rangkul agar mereka giat mengaji dan tak terjerumus pusaran transaksi narkoba.
"Di situ (Masjid Al Ma'ruf) ada kurang lebih 80 anak nan mengaji di situ dengan 5 guru. Mereka mengaji di situ dengan akomodasi seadanya, kapabilitas nan seadanya, dengan dasar nan seadanya. Tapi kami memandang begitu antusiasnya mereka pengen pandai mengaji," katanya.
Masalah tak selesai di situ, dari puluhan anak itu rupanya banyak dari mereka nan terkendala biaya untuk membeli seragam mengajinya sehingga mereka tak mau berangkat mengaji lantaran malu dengan teman-temannya nan berseragam. Iptu Juani pun memutar otak untuk mencari solusi.
"Kita komunikasi dengan pihak Baznas di Kota Tarakan, gimana kita mencari solusi untuk anak-anak ini, agar keluhan nan mereka sampaikan kepada kami tidak menjadi hambatan pada saat mereka mau mengaji, contohnya tidak punya seragam, tidak punya duit untuk mendaftar mengaji. Hal seperti itu membikin mereka mundur, lantaran memang keahlian orang tua mereka rata-rata di bawah, untuk makan saja mereka kesusahan," jelasnya.
Akhirnya, Baznas Kota Tarakan turun tangan memberikan support nan kemudian disalurkan oleh Iptu Juani dkk kepada anak-anak Selumit Pantai. Mereka pun senang lantaran bisa mengaji tanpa memikirkan biaya.
Warung Kamtibmas di Selumit Pantai
Iptu Juani menyebut aktivitas positifnya itu didukung pimpinannya di Polres Tarakan dan Polda Kalimantan Utara. Bahkan, kata dia, Kapolda Gorontalo membangun Warung Kamtibmas di Selumit Pantai untuk memaksimalkan program menjadikan wilayah itu sebagai kampung bebas narkoba.
"Ada nan namanya Warung Kamtibmas di wilayah situ, nan sudah dibangun juga oleh Pak Kapolda pada waktu itu nan dalam perihal ini pelaksanaannya itu oleh Polres Tarakan, di situ tempat pusat mereka berkumpul melakukan kegiatan-kegiatan mereka," ucap Juani.
Di Warung Kamtibmas itu, Iptu Juani melakukan sejumlah aktivitas untuk berinteraksi dengan masyarakat Selumit Pantai. Kegiatannya seperti training menari, menyanyi hingga kreasi seni lainnya.
"Alhamdulillah sekarang untuk aktivitas narkobanya sendiri lambat laun berkurang, dengan adanya aktivitas kita intens secara intens di situ. Rutinitas nan dulunya memang rawan sekali, sekarang sudah berkurang, 80% berkurang sekali, apalagi sampai saat ini untuk aktivitas di wilayah itu sudah tidak ada," kata Juani.
"Mudah-mudahan aktivitas nan sudah kita lakukan kemarin itu bisa konsisten kita lakukan beriringan dengan tugas pokok nan kita lakukan di kantor," imbuhnya.
(fas/knv)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·