Zulhas Pastikan Makanan Jemaah Haji Indonesia Aman dan Cukup Meski Ada Perang

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di ICE BSD, Rabu (26/11/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Menko bagian Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan makanan untuk jemaah haji Indonesia untuk musim haji tahun ini dalam kondisi kondusif meski ada perang di Iran. Karena itu, jemaah haji tak cemas soal persediaan makanan di sana.

Makanan nan disiapkan pemerintah untuk jemaah haji mulai dari beras, sayuran, ikan, telur ayam, dan buah-buahan.

“Insya Allah cukup lengkap, tidak kurang apa pun makanan kondusif untuk jemaah haji Indonesia," ujar Zulhas usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta pada Selasa (21/4).

Kementerian Perdagangan Indonesia dengan Kementerian Perdagangan Arab Saudi juga bakal menandatangani MoU mengenai pasokan pangan untuk jemaah haji.

“Kita bisa ngirim makanan ke jemaah kita bebas, kasih makanan ke jemaah kita bebas, enggak dipersulit dari Arab Saudinya. Lagi tanda tangan, MoU. Tapi makanan itu hanya untuk jemaah kita, tidak untuk diedarkan dalam negerinya (Arab Saudi),” ujarnya.

Ia juga menjelaskan saat ini pemerintah memang berupaya keras agar jemaah haji asal Indonesia dapat makan dari bahan baku nan berasal dari Indonesia. Zulhas mendapat laporan dari Kementerian Haji bahwa sudah banyak UMKM nan bisa menyediakan makanan Ready to Eat (RTE).

“Ada istilahnya itu RTE. Kalau kita kan masak dulu, makan, ada juga bawa bumbu, kirim ramuan ya nan ramuan jika masak terus kasih ramuan jadi langsung jadi Itu sudah mulai berkembang. Jadi UMKM kita bisa ekspor walaupun kadang-kadang tetap ada keadaan di sini belum sempurna tetapi sudah jauh lebih maju dibanding sebelum-sebelumnya,” kata Zulhas.

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Duan Wade/Shutterstock

RTE Tak untuk Setiap Hari, Siapkan 3 Juta Pack

Terkait RTE tersebut, Menteri Haji Irfan Yusuf menjelaskan komoditas tersebut sudah dikirim ke Arab Saudi. Meski demikian, RTE bukan menjadi makanan utama melainkan hanya disajikan pada hari-hari tertentu saja.

“Itu hanya untuk RTE itu hanya untuk tanggal 7, 8, 9 sampai 13. Karena waktu itu trafiknya kan sangat-sangat padat sehingga untuk makanan fresh kayaknya susah dikirim maka kita pakai RTE itu. Itu tahapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina),” ujarnya.

Jumlah RTE nan disiapkan oleh pemerintah untuk jemaah haji pada musim haji tahun ini mencapai 3 juta pack selama 6 hari. Karena untuk 200.000 orang, 6 hari kan tinggal ngalikan aja,” kata Irfan.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan