MIND ID Konsisten Terapkan Prinsip Keberlanjutan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap wilayah operasional. Komitmen ini tidak semata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi sebagai langkah perusahaan mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan, keseimbangan lingkungan serta sosial di sekitar wilayah operasional.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman mengatakan, praktik pertambangan nan baik merupakan fondasi utama dalam menjaga keahlian lingkungan sekaligus sosial di seluruh operasional Grup MIND ID. Menurutnya, keberlanjutan kudu datang sejak tahap perencanaan, operasional, hingga pemulihan.

"Kalau berupaya kudu memperhatikan kondisi alam sekitar. Ini adalah komitmen sesuai dengan patokan nan ada, dan apalagi kita mencoba lebih dari patokan nan ada. Apa pun nan kita jalankan adalah untuk lingkungan tempat hidup kita," kata Tedy dikutip Rabu (22/4/2026).

Tedy menjelaskan, Anggota Grup MIND ID tidak hanya menjalankan program agar alim terhadap aturan, tetapi juga berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar area penambangan maupun pengolahan. Upaya ini dilakukan melalui penemuan nan melibatkan masyarakat nan dampaknya terukur dan dapat dibuktikan secara kinerja.

Salah satu penemuan dijalankan PT Timah (Persero) Tbk (TIMAH) Pengolahan dan Pemurnian Muntok, melalui penerapan program Menjaga Nusantara: Muntok Berjaya dan Bahagia Melalui Inklusifitas Berkelanjutan dan Sejahtera. Program ini memanfaatkan lahan jejak tambang terlarangan untuk dijadikan tempat pembinaan upaya masyarakat nan mendukung ketahanan pangan daerah.

TIMAH juga menjalankan program Bank Sampah sekaligus pembinaan upaya pemanfaatan limbah kulit udang menjadi simbiotik. Untuk memperkuat sisi ekonominya, program Menjaga Nusantara juga diintegrasikan dengan pemberdayaan Kelompok Usaha Batik Ciprat, Batik Ecoprint dan UMKM snack, serta budidaya sayuran dengan metode hidroponik, serta pembinaan golongan upaya pempek udang nan anggotanya berasal dari mantan penambang ilegal.

Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mempunyai program penemuan sosial di Desa Kuta Tanjung. Program ini menggunakan pendekatan holistik nan mengintegrasikan penguatan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal serta pemberdayaan masyarakat rentan, termasuk masyarakat miskin, golongan perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda.

Dampak dari program terintegrasi ini, INALUM bisa mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja lokal, pengelolaan puluhan ton sampah secara berkelanjutan, serta kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca.

Program INALUM telah menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar Rp2,9 miliar, mengelola 28.625,8 kilogram sampah melalui sistem bank sampah. Selanjutnya, kontribusi pada penurunan Global Warming Potential (GWP) mencapai 11.494 ton CO₂ ekuivalen.

Adapun kedua program penemuan sosial dari TIMAH dan INALUM tersebut memperoleh apresiasi PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Tedy menambahkan, bahwa aktivitas pertambangan pada dasarnya bakal mengubah bentang alam. Namun dampaknya dapat dikendalikan dan dipulihkan andaikan perusahaan menjalankan program keberlanjutan secara komprehensif dan terintegrasi.

"Kami berupaya memastikan gimana aktivitas tambang diikuti dengan beragam upaya pengendalian dan pemulihan nan sesuai kaidah, dan apalagi lebih jauh lagi untuk dapat menjaga kelestarian alam dengan penemuan sosial nan tepat," jelasnya. 

(bul/bul)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News