Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah nasional kudu dimulai dari tingkat paling dasar, ialah kelurahan.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui deklarasi Kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara, sebagai wilayah dengan sasaran 100% pemilahan sampah dari sumber.
Menteri Hanif menekankan bahwa pemilahan sampah bukan lagi sekadar imbauan, melainkan tanggungjawab nan mempunyai dasar norma kuat.
"Pilah sampah bukan pilihan, tetapi kewajiban. Ini telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Tidak ada lagi ruang untuk penanganan sampah tanpa pemilahan, baik secara perseorangan maupun kolektif," tuturnya, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Dalam konteks nasional, pemerintah menargetkan tingkat penanganan sampah mencapai 63,41% pada 2026. Hingga April 2026, capaian pengelolaan sampah tercatat sekitar 26%, meningkat signifikan dari sekitar 10% pada akhir 2024.
Menurut Menteri Hanif, peningkatan ini antara lain didorong oleh penghentian praktik open dumping di sekitar 30% Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di seluruh Indonesia.
Deklarasi di Kelurahan Semper Timur merupakan penegasan atas komitmen Jakarta Utara 100% pilah sampah nan telah dideklarasikan pada 18 April 2026, sebagai tindak lanjut pengarahan Presiden Republik Indonesia dalam membangun budaya lingkungan nan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Sebagai gambaran, timbulan sampah rumah tangga di Jakarta Utara mencapai sekitar 719,61 ton per hari, nan berasal dari lebih dari 607 ribu kepala keluarga.
Dengan volume sebesar itu, pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi langkah paling mendasar untuk mengurangi beban pengangkutan ke TPA.
Dalam konteks ini, peran kelurahan menjadi krusial sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat. Pendekatan berbasis organisasi dinilai bisa mendorong transformasi pengelolaan sampah nan lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, KLH/BPLH menegaskan bahwa penanganan sampah bukan semata persoalan teknis, melainkan aktivitas perubahan budaya nan kudu dimulai dari rumah tangga, dengan pemilahan sampah sebagai fondasi utamanya.
(wia)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·