Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR pada Selasa (14/4). Ia diperiksa mengenai pernyataannya soal ustadz dan pesantren di Madura nan disebut masuk dalam pusaran narkoba,
Habib Aboe menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya. Permohonan maaf itu diiringi tangis nan coba dia tahan saat berbincang dengan nada parau.
“Panggilan ini saya penuhi dengan baik, lantaran saya merasa bertanggung jawab atas apa nan saya katakan,” ucap Habib Aboe di Gedung DPR.
“Saya kudu mengatakan saya minta maaf. Minta maaf nan dalam lantaran menurut saya memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf,” tambahnya.
Ia mengatakan, permohonan maaf itu ditujukan kepada para ustadz dan ustad di Bangkalan, Sampang, Sumenep hingga Pamekasan.
“Pertama, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada ulama, kiai, keempat wilayah tersebut, ya, keempat kabupaten tersebut,” ucap Habib Aboe.
“Serta seluruh masyarakat Madura dan tokoh-tokoh serta warganya secara menyeluruh, nan mungkin sangat merasa tersinggung atas pernyataan saya,” tambahnya.
Tak Ada Niat Menghina Ulama
Politikus PKS ini memahami pernyataannya menimbulkan persepsi nan seolah-olah menyudutkan ustadz dan pesantren. Ia menegaskan tidak ada maksud seperti itu.
“Untuk itu saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun, tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina, menyudutkan para ulama, nggak ada,” tegas Habib Aboe.
“Itu guru-guru nan saya cintai semua. Dan saya hormati dan saya hargai,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pernyataannya merupakan corak keprihatinan atas temuannya mengenai dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba. Ia menyebut pernyataan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan BNN, Polri, dan masyarakat.
“Maksud saya untuk membujuk semua pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan perkuat upaya pencegahan. Namun saat ini langkah penyampaian saya nan kurang tepat,” tutur Habib Aboe.
“Saya ulangi lagi pernyataan saya kurang tepat. Sehingga menimbulkan multitafsir,” tambahnya.
Bakal Segera Temui Ulama dan Kiai di Madura
Habib Aboe mengatakan, bakal menemui para ustadz dan ustad di Madura untuk menjelaskan pernyataannya.
“Ketiga, sebagai corak tanggung jawab saya, saya sudah mencoba mendatangi semua tokoh-tokoh ini. Dan sementara ini mungkin saya wakilkan dulu. Nanti saya bakal berupaya mendatangi mereka semua sesuai keahlian saya,” ujarnya.
“Saya mau menegaskan bahwa ustadz dan pesantren adalah pilar utama dalam menjaga moral dan adab bangsa. Dalam konteks pemberantasan narkoba saya justru memandang bahwa peran ustadz sangat strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan,” lanjutnya.
Ia mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran berbobot baginya. “Peristiwa ini menjadi pelajaran berbobot bagi saya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Saya berkomitmen untuk terus menjaga etika, kehormatan, dan marwah sebagai personil Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,” tegas Habib Aboe.
Sebelumnya pernyataan Habib Aboe nan memicu polemik ini dilontarkan saat rapat dengar pendapat berbareng Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, serta Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, di DPR, Selasa (7/4), mengenai RUU Narkotika dan Psikotropika.
Kepada Suyudi dan Eko, Habib Aboe meminta BNN dan Polri mendalami dugaan keterlibatan ustadz dan pesantren di Madura dalam upaya narkoba.
“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ustadz sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek betul tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?,” ucap Habib Aboe.
Ia mengatakan ada ‘cuan’ besar dari upaya narkoba sehingga menarik oknum ustadz dan pesantren.
“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” tutur Habib Aboe.
“ Nah, saya cemas nan bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya cemas nan bermain ya nan punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, alias pebisnis-pebisnis besar. Kita kudu pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya,” tambahnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·