Tren Hybrid Bikin Permintaan Mobil Diesel Bekas Lesu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mobil jejak di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Permintaan mobil diesel jejak di pasar otomotif mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini diakui langsung oleh penggawa Lapak Mobil Peter nan berdagang di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua nan menyebut minat konsumen tak lagi setinggi dulu.

Menurutnya, salah satu aspek nan memengaruhi penurunan tersebut adalah kehadiran teknologi hybrid nan mulai dilirik konsumen. Pergeseran preferensi ini membikin mobil diesel perlahan kehilangan daya tarik, khususnya di segmen kendaraan keluarga.

“Rada kurang sih (mobil diesel bekas) sebenarnya lantaran pengaruh hybrid ya. Jadi fans diesel berkurang sekarang,” buka Peter kepada kumparan, Senin (20/4/2026).

Mobil jejak di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Ia menjelaskan, tren penurunan ini sudah mulai terasa sejak awal kemunculan mobil hybrid di pasar Indonesia. Bahkan model-model diesel terkenal seperti Toyota Innova Diesel, Toyota Fortuner Diesel, hingga Mitsubishi Pajero Sport Diesel disebut mulai berkurang peminatnya.

“Oh udah dari pas mobil hybrid keluar, enggak lama lah Diesel udah kurang gitu dilirik kaya mobil Innova, Fortuner, alias Mitsubishi Pajero. Mungkin ya lantaran sama-sama irit,” katanya.

Meski demikian, dia menilai permintaan mobil diesel jejak tidak sepenuhnya hilang. Ada momen tertentu di mana minat konsumen kembali meningkat, terutama saat kebutuhan mobilitas jarak jauh sedang tinggi.

Mobil jejak di WTC Mangga Dua Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

“Tapi ada saat-saatnya kelak ada permintannya naik di bulan-bulan tertentu," lanjutnya.

Ia menyebut periode seperti Lebaran dan akhir tahun menjadi momentum kebangkitan pasar mobil diesel. Pada waktu tersebut, konsumen condong kembali melirik kendaraan diesel untuk kebutuhan perjalanan antarkota.

“Di bulan Lebaran, bulan akhir tahun, permintaan-permintaan mobil diesel biasanya naik. Karena kan mungkin orang diesel udah enggak takut dan khawatir. Terus ke arah Jawa juga solar-nya banyak,” ujarnya.

Mobil jejak di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Selain aspek fungsional, ada juga aspek pamor nan tetap melekat pada mobil diesel. Model seperti Innova, Fortuner, dan Pajero dinilai tetap mempunyai gambaran kuat sebagai kendaraan mapan untuk perjalanan mudik.

“Konsumen juga lebih pede kayak pakai Innova, Fortuner, alias Pajero, kan bawa pulang ke kampung laman juga lebih prestise. Dibanding dia bawa mobil China,” tutupnya.

Dengan kondisi ini, pasar mobil diesel jejak terlihat mulai memasuki fase penyesuaian. Meski tertekan oleh tren elektrifikasi dan hybrid, segmen ini tetap mempunyai ceruk pasar tersendiri, terutama untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh dan momentum musiman.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan