Tak Takut Trump, Iran Malah Makin Rapat Tutup Selat Hormuz

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran kembali menegaskan ancamannya untuk membatasi kapal-kapal nan melintas di Selat Hormuz selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Pernyataan itu muncul ketika para mediator berupaya memperpanjang gencatan senjata nan dijadwalkan berhujung pada Rabu mendatang.

Saling blokade antara kedua pihak dinilai memperumit upaya mediasi nan dipimpin Pakistan, sekaligus memunculkan pertanyaan apakah gencatan senjata dua pekan tersebut dapat diperpanjang.

"Mustahil pihak lain bisa melintas di Selat Hormuz sementara kami tidak bisa," kata Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Qalibaf dalam wawancara nan disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu malam, seperti dikutip dari AP News, Minggu (19/42026).

Qalibaf, nan juga menjadi negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika, menyebut blokade AS sebagai "keputusan naif nan lahir dari ketidaktahuan." Meski demikian, dia menegaskan Iran tetap mengupayakan perdamaian di tengah ketidakpercayaan mendalam terhadap Washington.

Ia juga mengakui proses negosiasi tetap menghadapi halangan besar. "Perbedaan posisi tetap sangat lebar dan sejumlah rumor mendasar belum terselesaikan," ujarnya.

Iran sempat mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan golongan militan Hizbullah nan didukung Iran di Lebanon berlaku. Namun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran bakal tetap bertindak sampai Teheran mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, Iran mengatakan bakal terus memberlakukan pembatasannya di selat tersebut.

Setelah sempat terjadi upaya pelayaran pada Sabtu, sejumlah kapal di Teluk Persia kembali memilih memperkuat di posisi masing-masing. Mereka waspada setelah dua kapal berbendera India ditembaki saat tengah melintas dan dipaksa berbalik arah.

Mundurnya kapal-kapal tersebut membikin Selat Hormuz kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, ketika lampau lintas maritim terganggu. Jalur ini biasanya dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga situasi terbaru berisiko memperdalam krisis daya global.

Di tengah hitungan hari menjelang berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran, Teheran pada Sabtu menyatakan telah menerima proposal baru dari Washington. Sementara itu, mediator dari Pakistan disebut tengah mengupayakan terjadinya putaran baru negosiasi langsung antara kedua negara.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News