SBY Ingatkan TNI Harus Netral, Larang Keterlibatan dalam Politik Praktis

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pesan mendalam mengenai profesionalisme abdi negara keamanan dan masa depan kepemimpinan nasional.

SBY menekankan pentingnya netralitas bagi lembaga negara agar tetap menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat menjadi pembicara dalam aktivitas Supermentor-28 On Leadership nan digelar di The St. Regis Jakarta, Selasa (14/4) malam.

Pesan nan disampaikannya itu setelah mengenang kembali peran besar TNI nan sudah menjalankan tugas besar dalam melakukan pengamanan Kapal Kargo MV Sinar Kudus nan disandera di perairan Somalia pada 2011 silam.

Sebagai mantan Panglima Tertinggi, SBY mengaku bangga dengan rekam jejak TNI sejauh ini. Ia berambisi agar ke depannya lembaga pertahanan tersebut semakin kuat dan berhasil dalam menjaga kedaulatan negara tanpa kudu terseret ke ranah politik.

"Saya bangga dengan TNI nan melaksanakan tugas waktu itu, lantaran ahli dan menjalankan amanah konstitusi," kata SBY di hadapan para hadirin nan datang pada aktivitas tersebut.

SBY nan juga merupakan tokoh sentral dalam reformasi internal ABRI (sekarang TNI) di masa lalu, mengingatkan agar abdi negara tidak melupakan jati diri mereka. Ia meminta agar konsentrasi utama prajurit tetap terpaku pada tugas-tugas nan telah diatur oleh undang-undang.

"Oleh lantaran sebagai mantan Panglima Tertinggi saya mendoakan agar TNI kita di depan makin berjaya, makin kuat untuk negara kita.

"Sebagai mantan pelaku reformasi ABRI, tetaplah pada tugas konsentrasi sesuai dengan konstitusi. Jangan masuk dalam politik praktis," tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita