Rosan Sebut Nomor Induk Berusaha Sudah Capai 15,8 Juta: Minat Investasi Tinggi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konvensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total Nomor Induk Berusaha di Indonesia dari periode 2021-2026 sudah mencapai 15,8 juta.

Menteri Investasi Rosan Roeslani mengatakan tren kenaikan tersebut terjadi setelah penerapan Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

"NIB sejak 2021-2026 sudah 15,8 juta nan sudah tercatat di kita. Ingin saya sampaikan sejak penerapan PP 28. Sebelum ada program, kita 13 juta, sekarang 15,8 juta," kata Rosan dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Senin (13/4).

Rosan mengatakan perihal tersebut mencerminkan minat investasi di Indonesia cukup tinggi di tengah kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini.

"Jadi minat investasi tinggi. Angka kami real, kita capture semua datanya. Lengkap dari nama perusahaan, alamat, bagian usaha, dan lainnya. Ini menunjukkan investasi melangkah dan bergairah, dan justru dalam 5 bulan terakhir mengalami peningkatan," ujar dia.

Menteri Investasi/BKPM, Roslan Roeslani berbincang dengan Pimred kumparan, Arifin Asydhad dalam program Info A1. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut Rosan, hingga kuartal I 2026 realisasi investasi di Indonesia sudah mencapai Rp 497 triliun dari sasaran Rp 465 triliun alias tumbuh 7 persen secara tahunan.

"Penyerapan tenaga kerja sudah mencapai 627.036 orang alias naik sekitar 5,5 persen," katanya.

Adapun pada tahun ini total sasaran investasi Indonesia mencapai Rp 2.041,3 triliun alias naik dari tahun sebelumnya Rp 1.905,6 triliun. Negara nan mendominasi investasi antara lain Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

"Kami sudah melakukan beberapa program prioritas nan meliputi beragam kebijakan, jika kita lihat hilirisasi tetap menyumbang terbesar sekitar 30 persen dari seluruh investasi nan ada dan nan masuk ke Indonesia," katanya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan