RI Siap Luncurkan BBM Baru B50, Kendaraan Jepang-Eropa Mulai Uji Coba

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Lembang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menggencarkan uji coba pemakaian bahan bakar biodiesel 50% alias B50 pada beragam jenis moda transportasi dan perangkat mesin industri dari buatan Jepang hingga Eropa.

Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis mesin sebelum kebijakan mandatori B50 diimplementasikan secara nasional pada 1 Juli 2026 mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pengetesan dilakukan pada enam sektor utama mulai dari otomotif hingga pembangkit listrik. Ia menyebut cakupan kendaraan nan terlibat kali ini lebih luas dibandingkan pada masa pengetesan B40 sebelumnya.

"Kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di enam sektor. Jadi otomotif, tambang, perangkat pertanian, kelautan, pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan per tanggal 9 Desember," ujarnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Rabu (22/4/2026).

Detailnya, terdapat sembilan unit kendaraan nan terdiri dari empat unit kendaraan penumpang di bawah 3,5 ton dan lima unit kendaraan di atas 3,5 ton. Selain pabrikan asal Jepang, pengetesan B50 juga melibatkan merek asal Eropa untuk kategori bus dan truk besar seperti Mercedes-Benz dan UD Trucks.

"Bus sama truk besarnya ya, UD Truk, itu Mercedes. Jadi ini Eropa juga baru turut dan juga beda dengan nan B40 dulu ini lebih banyak kendaraannya nan ikut. Tadi 9 unit untuk sektor otomotif," papar Eniya.

Selain kendaraan jalan raya, pengetesan menyasar sektor pertanian dengan beragam jenis traktor roda dua, traktor tangan, hingga traktor roda empat. Sektor maritim juga mulai melakukan uji berlayar langsung menggunakan mesin kapal, sementara sektor pertambangan melibatkan dua perusahaan besar di Samarinda.

"Lalu nan satu lagi nan tambang, tambang itu dua perusahaan ya nan mengikuti. Jadi nan sudah saya tinjau nan ada di PT HPU Samarinda, lampau nan lain tetap berlanjut. Lalu untuk nan berikutnya kita ke kapal maritim, kapal laut ini juga baru pertama uji langsung di kapal sendiri," imbuhnya.

Ditambah, sektor perkeretaapian juga bakal menyusul pengetesan dengan rute jarak jauh lintas provinsi menggunakan rute Yogyakarta hingga Jakarta, sementara pengetesan genset dilakukan untuk sektor pembangkitan.

Pemerintah memproyeksikan hasil akhir dari seluruh rangkaian uji coba ini bakal memberikan gambaran mengenai ketahanan mesin terhadap bahan bakar nabati tingkat tinggi.

"Yang kereta minggu depan, minggu depan kita jalankan menggunakan rute dari Yogya ke Pasar Senen dari Stasiun Lempuyangan ke Pasar Senen itu kelak terus menerus. Lalu tadi genset, gensetnya di situ juga. Satu lagi lokomotif dari Gambir ke Pasar Turi," tutupnya.

Berdasarkan info Kementerian ESDM, penerapan B50 nan direncanakan mulai Juli 2026 diproyeksikan bisa memberikan penghematan devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Program tersebut juga diperkirakan bisa menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun ini.

Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional dilaporkan telah mencapai 3,90 juta kilo liter dari total alokasi tahunan sebesar 15,65 juta kilo liter. Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pengetesan di sektor otomotif selesai pada Juni 2026, sementara sektor lain seperti perkeretaapian dan maritim bakal rampung secara berjenjang hingga akhir tahun.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News