Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli curhat menerima surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai efisiensi jilid III. Saat ini, kata Yassierli, pihaknya tengah menelaah pagu anggaran nan bisa untuk efisiensi.
"Kami juga mau sampaikan bahwa kita baru menerima surat dari Kementerian Keuangan tanggal 1 April bahwa ada efisiensi anggaran nan berasal dari rupiah murni," kata Yassierli dalam rapat berbareng Komisi IX DPR, Kamis (9/4/2026).
Yassierli mengungkapkan, ada pergeseran dari Bagian Anggaran Bendahara Umum (BA BUN) Kemenkeu sebesar Rp 181.826.183.0000. Adapun nilai itu terdiri dari Zincian Output (RO) Khusus sebesar Rp 122.163.948.000 dan hasil identifikasi efisiensi anggaran nan dilakukan Kemenkeu Rp 59.662.235.000.
"Pergeseran dari BA BUN Kemenkeu Rp 181 miliar anggaran dari RO unik Rp 122 miliar dan hasil identifikasi efisiensi oleh Kemenkeu sebesar Rp 59 miliar," ujarnya.
Realisasi Anggaran
Yassierli mengaku realisasi anggaran per tanggal 8 April 2026 sudah di nomor 31,87%.
"Per tanggal 8 April kami mau melaporkan realisasi dari anggaran nan saat ini rata-rata dari setiap unit eselon 1 itu sudah 31,87% dengan persediaan bahwa realisasi ini belum memperhitungkan efisiensi jilid III nan kami baru saja terima dari Kemenkeu," pungkas Yassierli.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·