Pria di Sumut Siram Bensin & Ancam Bakar Warung usai Tak Diberi 'Uang Keamanan'

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ibrahim (54), pemilik warung kelontong nan diancam kedainya dibakar di Deli Serdang, Selasa (14/4/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Seorang laki-laki berinisial B diduga menakut-nakuti pemilik warung alias warung kelontong di Jalan Medan–Binjai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (12/4). Aksinya terekam CCTV dan viral.

Ibrahim (54 tahun), pemilik warung tersebut, mengatakan laki-laki itu mengaku dari sebuah organisasi pekerja dan meminta iuran keamanan kepada dirinya sebesar Rp 250.000 untuk lima bulan ke depan.

Padahal, Ibrahim telah bayar iuran sebelumnya pada bulan Januari hingga Juni dengan total Rp 180.000.

"Jadi dia mau minta keamanan per bulan. Sekalian mau ambil untuk lima bulan dari bulan April hingga bulan September. Bulan Januari sampai Juni sudah bayar dengan total Rp 180.000. Tapi ini minta lagi," kata Ibrahim di warungnya, Selasa (14/4).

Ibrahim menuturkan, laki-laki tersebut menakut-nakuti kedainya bakal dibakar jika dia tidak bayar duit iuran untuk lima bulan ke depan. B kemudian menyiramkan bensin di area kedainya.

"Dia enggak mau lantaran saya enggak kasih duit nan dia minta. Diambil bensin dari mana, itu disiram mau dibakar. Dia sudah ambil korek, sudah siap (mau bakar), sudah dikoyaknya plastik," ujar Ibrahim.

B juga menakut-nakuti menggunakan pisau, penduduk sekitar akhirnya melerai. Kemudian, Ibrahim memberikan duit Rp 50.000 untuk duit keamanan pada bulan ini agar B tidak melakukan anarkistik lagi.

"Dia pegang pisau, dia mau nusuk aku. Gara-gara itulah dia ngamuk, marah, enggak kasih uang. Ada penduduk nan melerai, akhirnya dia diam. Kita juga kasihlah Rp 50.000 untuk bulan ini, barulah dia tenang. Kalau enggak, dia tetap sama mau menakut-nakuti terus," ucap Ibrahim.

Ibrahim menuturkan, duit keamanan tersebut menyusahkan dirinya lantaran untung hasil jualan warung kelontongnya tidak banyak meski sudah buka 24 jam.

"Aku buka 24 jam, paling lakunya Rp 2 juta alias Rp 3 juta, berapalah untungnya," kata brahim.

"Sebenarnya dia cukup meresahkan bagi aku. Siang ini mau buat laporan ke Polsek Sunggal," imbuh Ibrahim.

Kapolsek Sunggal, Kompol M. Yunus Tarigan, membenarkan tindak premanisme tersebut dan sekarang pihaknya sedang mencari pelakunya.

"Iya kita cari (pelakunya). Iya (dalam penyelidikan)," kata Yunus saat dihubungi wartawan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan