Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bakal mengumumkan naik alias tidaknya ongkos haji 2026 pada Rabu (8/4/2026). Menteri Haji dan Umrah RI M Irfan Yusuf mengatakan, pihaknya sudah mengkaji menghitung biaya-biaya terdampak kenaikan avtur.
"Tim dari nan di bawah koordinasi Menko Perekonomian sudah melakukan beragam perhitungan-perhitungan dan insyaallah kelak sore bakal diumumkan langsung oleh Presiden," ujar Irfan dalam rapat kerja berbareng Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku pihaknya sebenarnya telah mengantongi nomor mengenai ongkos penerbangan haji 2026, namun untuk pengumuman resmi menunggu pengumuman resmi dari Presiden.
"Terkait nilainya itu sudah ada, tapi kelak bakal langsung mungkin disampaikan oleh Presiden. Kami sudah dapat nilainya, kami sudah hitungkan, bakal kami sampaikan kepada Presiden," kata Dahnil.
Sebelumnya, Irfan Yusuf mengungkapkan, ada potensi kenaikan biaya haji tahun ini akibat naiknya nilai avtur dan kondisi geopolitik timur tengah.
"Kenaikan nilai avtur global, serta pelemahannya nilai tukar rupiah, biaya tersebut meningkat signifikan. Kondisi politik juga memungkinkan lakukan rerouting penerbangan untuk menghindari wilayah udara konflik," kata Irfan dalam rapat Komisi VIII DPR, Rabu (8/4/2026).
Ia menyebut, adanya perubahan rute penerbangan membikin memperbesar beban biaya nan kudu ditanggung jamaah.
"Garuda mengusulkan tambahan 7,9 juta per jemaah. Sedangkan Saudi Airline mengusulkan tambahan sebesar 480 US dollar per jemaah," jelas Irfan.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·