Liputan6.com, Jakarta - Warga mengeluhkan kondisi jalan amblas di area Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Kondisi ini membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kerusakan nan berada di sisi kiri jalan, tepat di area tikungan, kerap memicu kecelakaan, terutama bagi kendaraan nan melintas dari arah Kalibata menuju Jalan Dewi Sartika.
"Awalnya lubang kecil, tapi makin lama makin besar. Apalagi banyak kendaraan berat lewat sini, kan jadi bahaya," kata salah satu penduduk sekaligus pemilik upaya di sekitar lokasi, Kevin (30) di Jakarta, Selasa.
Pantauan pagi ini menunjukkan kondisi jalan tetap amblas dengan lubang nan cukup dalam. Sejumlah pengendara, khususnya sepeda motor, tampak kudu memperlambat laju kendaraan saat melintas.
Bahkan, beberapa di antaranya terlihat nyaris terperosok lantaran posisi lubang nan berada di titik buta alias blind spot.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, sejumlah kerucut lampau lintas (traffic cone) telah dipasang di sekitar lokasi. Selain itu, terdapat pula tanda cat putih di sekitar lubang nan diduga dibuat oleh penduduk alias pengguna jalan sebagai penanda darurat.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum cukup menjamin keselamatan, mengingat letak jalan nan menikung membikin lubang susah terlihat dari kejauhan.
Kevin mengaku sudah beberapa kali mendengar bunyi tumbukan keras dari arah jalan tersebut. Dia menyebut bunyi itu berasal dari kendaraan nan menghantam lubang saat melintas.
"Saya sering dengar bunyi keras saat mobil alias angkot masuk ke lubang, dari dalam toko saja terdengar jelas," ujarnya.
Banyak Kendaraan Nyeblos
Menurutnya, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan kebisingan, jalan rusak tersebut juga berisiko merusak kendaraan, terutama bagi pelaku upaya nan mengandalkan mobil untuk pengedaran barang.
Dia berambisi pemerintah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban.
"Kalau angan pasti sama seperti penduduk lain, segera dibenerin saja. Soalnya kita juga pakai mobil buat angkut barang," ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan penduduk lainnya, Eko (45). Eko mengaku kerap menyaksikan langsung kendaraan nan jeblos ke dalam lubang, termasuk truk pengangkut galon air.
"Waktu itu pernah truk sedang angkut galon nyeblos ke situ. Lubangnya memang baru, sekitar seminggu ini," kata Eko.
Eko menyebut, kondisi jalan nan sedikit menanjak serta berada di dekat trotoar membikin situasi semakin berbahaya.
Dugaan Penyebab Jalan Amblas
Kejadian jalan amblas ini merupakan nan pertama kali terjadi di letak tersebut. Dia mengaku belum mengetahui penyebab pasti kerusakan, namun diduga aspek beban kendaraan dan kondisi struktur jalan menjadi pemicu.
Eko mengungkapkan, pada Senin (13/4) petugas dari Dinas Bina Marga telah datang ke letak untuk melakukan pengecekan awal. “Sudah dicek kemarin sama Dinas Bina Marga, mudah-mudahan sigap diperbaiki," ujar Eko.
Kondisi jalan ambles ini sempat viral di media sosial setelah diunggah oleh akun IG @ijoeel. Dalam video tersebut terlihat lubang nan cukup dalam berada di sisi kiri jalan nan menikung.
Perekam video apalagi terlihat menyemprotkan cat putih di sekitar lubang sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan. Aksi tersebut dilakukan sebagai corak kepedulian untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Keberadaan lubang di titik tikungan ini dinilai sangat rawan lantaran menciptakan titik buta (blind spot) bagi pengendara. Kendaraan nan melaju dari arah Kalibata tidak mempunyai cukup waktu untuk menghindar, terutama jika melaju dengan kecepatan tinggi alias saat kondisi lampau lintas padat.
Warga berambisi perbaikan dapat segera dilakukan secara permanen, bukan hanya penanganan sementara. Mereka cemas jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan bakal semakin parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius, apalagi korban jiwa.
Selain itu, penduduk juga meminta adanya pengawasan berkala terhadap kondisi jalan di area tersebut, mengingat Jalan Dewi Sartika merupakan salah satu jalur padat nan dilintasi beragam jenis kendaraan setiap harinya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·