Eks polisi nan menembak pelajar hingga tewas di Semarang, Robig Zaenudin, resmi dipecat pada 18 Februari 2026 setelah terlibat kasus narkoba di Lapas Kedungpane Semarang.
Sebelumnya pada 19 Januari 2026, Robig tertangkap tangan sedang dalam kondisi tidak stabil; nampak tidak normal saat polisi dan petugas lapas menggelar sidak di Lapas Kedungpane.
Robig kemudian dipindah ke Lapas II A Gladakan Nusakambangan pada 14 Februari 2026. Pihak Lapas Kedungpane menyebut Robig diduga mengendalikan narkoba di luar Lapas.
"Yang berkepentingan sudah bukan personil Polri lagi. Secara resmi tanggal 18 Februari 2026 sudah PTDH. Kemudian nan berkepentingan juga sudah pindah Nusakambangan (usai diduga penyalahgunaan narkoba)," tegas Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng, Jumat (24/4).
Ia mengatakan, Robig sudah tak lagi menerima penghasilan dari lembaga Polri. Robig juga tidak mendapat pesangon maupun kewenangan apa pun lantaran pemberhentiannya secara tidak hormat.
"PTDH tidak dapat apa-apa, termasuk pesangon," tegas Artanto.
Robig juga terbukti positif narkoba saat dilakukan tes urine pada Januari 2026 dalam sidak itu. Namun, belum diketahui jenis narkoba apa nan dikonsumsi.
"Dilakukan tes urine dan ditemukan Robig positif narkoba. Tapi dalam urine positif narkoba jenisnya sabu alias nan lain tetap kita dalami," jelas Artanto.
Terkait, info adanya peralatan bukti sabu-sabu seberat 15 kilogram dalam kasus Robig, Artanto menegaskan tetap dalam pendalaman.
"Saya belum tahu siklusnya, korelasinya, seperti apa. Masih dalam pendalaman," tegas Artanto.
Namun, Artanto menegaskan nan Robig bakal dijerat pidana dalam kasus narkoba nan menjeratnya kali ini.
"Tentunya siapa pun nan melakukan tindak pidana narkoba bakal diproses secara hukum," kata Artanto.
Sebelumnya, Robig personil Polrestabes Semarang divonis 15 tahun oleh Pengadilan Negeri Semarang dalam kasus penembakan nan menewaskan Gamma Rizkynata Oktavandy (17) pelajar di Semarang. Sidang vonis itu digelar pada 8 Agustus 2025.
Gamma meninggal bumi pada Minggu (24/11/2024) setelah mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang.
Tak hanya Gamma, ada 2 anak lain nan menjadi korban penembakan namun mereka selamat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·