Berikut profil empat personil TNI nan gugur di Lebanon:
1. Praka Farizal Rhomadhon
Prajurit Dua (Praka) Farizal Rhomadhon tercatat sebagai personel Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113), satuan infanteri berkualifikasi Raider Khusus di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Dia gugur pada 29 Maret 2026 saat menjalankan tugas di Lebanon.
Farizal lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998. Dalam penugasan terakhirnya, dia menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di satuannya.
Sehari-hari, Farizal tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/JS nan berada di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Di kembali tugasnya sebagai prajurit, Farizal adalah seorang kepala keluarga. Dia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak wanita berjulukan Shanaya Almahyra Elshanu nan baru berumur dua tahun. Farizal dan Fafa menikah pada 4 Juli 2023.
Kepergian Farizal menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, serta masyarakat sekitar. Sosoknya dikenal sebagai prajurit nan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus sebagai ayah muda nan tengah membangun family kecilnya.
2. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar merupakan perwira dari satuan Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) nan dikenal mempunyai keahlian dan dedikasi tinggi dalam setiap penugasan.
Zulmi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015. Dalam penugasan internasional, dia tergabung sebagai bagian dari Kontingen Garuda di bawah misi UNIFIL.
Prajurit asal Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi ini gugur saat menjalankan tugas mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan pada 30 Maret 2026.
Sama seperti Farizal, kepergian Zulmi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, dan masyarakat. Dia dikenang sebagai sosok perwira nan berdedikasi dan mengemban tugas negara dengan penuh tanggung jawab hingga akhir hayatnya.
3. Sertu Muhammad Nur Ichwan
Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan juga gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian bumi di Lebanon pada 30 Maret 2026.
Nur Ichwan lahir di Magelang pada 12 Mei 2000. Dia meninggalkan seorang istri, Hana Dita Anjani, serta seorang putri nan tetap berumur sekitar tujuh bulan.
Dalam penugasannya, Nur Ichwan berdinas di Kesdam IX/Udayana dan dipercaya mengemban peran sebagai Bintara Kesehatan (Bakes) Kompi B dalam Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL.
Sebagai corak penghormatan atas pengabdian almarhum, TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Sertu menjadi Serka Anumerta. Penghargaan itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/467/1/2026 tertanggal 31 Maret 2026.
Selain kenaikan pangkat, TNI juga memberikan santunan kepada family sebagai corak perhatian dan penghargaan kepada prajurit nan gugur dalam menjalankan tugas negara.
4. Praka Rico Pramudia
Sementara Kopral Kepala (Kopka) Rico Pramudia merupakan prajurit berumur 31 tahun. Rico merupakan bagian dari Kontingen Garuda nan bekerja di bawah naungan UNIFIL.
Insiden nan merenggut nyawanya bermulai saat pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr dihantam ledakan proyektil pada 29 Maret 2026.
Dalam peristiwa itu, Rico mengalami luka parah dan sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan meninggal bumi nyaris sebulan kemudian. Sebagai prajurit, Rico dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugas negara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·