PGE Tunjuk Fransetya Hutabarat Jadi Dirkeu, Ini Daftar Direksi Terbaru

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong nan dioperasikan Pertamina Geothermal Energy (PGE). Foto: Dok. Website PLN

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) merombak jejeran dewan dengan menunjuk Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan (Dirkeu) baru. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 nan digelar di Jakarta, Selasa (21/4).

Perseroan menyebut penunjukan Fransetya menggantikan Yurizki Rio menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur kepemimpinan, khususnya untuk mendukung ekspansi upaya dan menjaga keahlian finansial nan berkelanjutan.

Fransetya dinilai mempunyai rekam jejak kuat di bagian finansial korporasi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di beragam sektor, mulai dari farmasi, properti, transportasi hingga energi.

Sebelum berasosiasi dengan PGE, dia menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menilai masuknya Fransetya jadi momentum untuk mendorong peningkatan keahlian upaya Perseroan ke depan. Ke depan, PGE bakal terus mendorong ekspansi upaya sekaligus memperkuat keahlian finansial Perseroan secara berkelanjutan

“Pencapaian kami di tahun 2025 menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan visi menjadi world leading geothermal producer, mendukung agenda transisi daya bersih, sekaligus meningkatkan ketahanan daya nasional,” kata Ahmad Yani, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (22/4).

Selain itu, sepanjang 2025 PGE mencatat keahlian produksi listrik panas bumi mencapai 5.095,48 gigawatt hour (GWh) alias meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini didukung oleh mulai beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 nan menambah kapabilitas terpasang sebesar 55 megawatt (MW) menjadi total 727 MW.

Perseroan juga telah menjalankan sejumlah proyek, di antaranya eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung, kerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan potensi tambahan kapabilitas hingga 530 MW, serta pengembangan proyek daya baru seperti green hydrogen di Ulubelu dan green info center berbasis panas bumi.

Dari sisi keuangan, pendapatan perusahaan mencapai USD 432,73 juta dengan untung bersih sebesar USD 137,67 juta pada 2025. EBITDA tercatat sebesar USD 330,35 juta dengan margin 76,34 persen.

Berikut susunan manajemen terbaru PGE hasil RUPST:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo

  • Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya

  • Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah

  • Komisaris: John Anis

  • Komisaris: Abdulla Zayed

Direksi:

  • Direktur Utama: Ahmad Yani

  • Direktur Keuangan: Fransetya Hasudungan Hutabarat

  • Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi

  • Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan