Sam'ani mengatakan, untuk antisipasi ikan mengikuti aliran sungai, maka dibuatkan jaring kawat di kedua sisi, termasuk sampah juga tidak bisa masuk lantaran tersaring dan bisa segera dibersihkan oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
"Nantinya kebersihan lingkungan bakal dijadwal setiap harinya, demi menjaga lingkungan, menjaga ekosistem," ucap dia.
Selain itu, kata Sam'ani, area setempat bisa untuk arena lomba memancing sehingga menjadi intermezo masyarakat Kudus. Terkait musim kemarau, kata dia, sudah dihitung debit air kurang lebih nan paling ekstrem sekitar 30 sentimeter.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo menambahkan, sebelum ditebar bibit ikan, terlebih dulu diukur derajat keasaman (pH) air di tempat itu.
"Hasilnya selama tiga pekan lebih pH cukup stabil sehingga kondusif untuk ditebar bibit ikan," kata Didik.
Nantinya, pihaknya ikut merawat lantaran terdapat bagian perikanan, termasuk secara periodik mengecek pH airnya.
"Rencananya, jumlah bibit ikan tidak hanya 15.000 bibit melainkan bakal ditambah hingga menjadi 30.000 bibit ikan," ucap Didik.
Ia memprakirakan dalam tempo tiga bulan mendatang pertumbuhan sudah besar sehingga bisa dipancing ramai-ramai berbareng masyarakat, sedangkan bibit nan ditebar berumur dua bulanan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·