Orasi Ilmiah di UIN Palu, Gus Ipul Paparkan Kunci Pengentasan Kemiskinan

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-46 Sarjana, Magister, dan Doktor Tahun Akademik 2025/2026 di UIN Datokarama Palu, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Transformasi Tata Kelola: Mempercepat Pengentasan Kemiskinan Menuju Indonesia Emas 2045” dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-46 Sarjana, Magister, dan Doktor Tahun Akademik 2025/2026 di UIN Datokarama Palu, Senin (20/4/2026).

Dalam orasinya, Gus Ipul menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan tantangan multidimensional nan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan parsial. Ia menyoroti bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan pendapatan, melainkan juga keterbatasan akses pendidikan, lingkungan sosial, hingga akibat kemiskinan antar-generasi (poverty trap).

“Apakah Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas 2045 jika sebagian rakyatnya tetap hidup dalam kemiskinan? Ini pertanyaan mendasar nan kudu kita jawab bersama,” ujar Gus Ipul di hadapan para wisudawan dan sivitas akademika.

Menurutnya, selama ini beragam program support sosial nan dijalankan negara tetap condong menyentuh gejala, belum sepenuhnya menyasar akar persoalan. Karena itu, dibutuhkan transformasi tata kelola nan berbasis data, terintegrasi, dan kolaboratif.

Gus Ipul memaparkan tiga pilar utama transformasi tersebut. Pertama, penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi kebijakan, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dengan info nan jeli dan terintegrasi, intervensi pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

Kedua, integrasi program hulu hingga hilir melalui pendekatan life cycle social protection. Mulai dari pengurangan beban pengeluaran melalui support sosial, peningkatan pendapatan lewat pemberdayaan, hingga pencegahan kemiskinan melalui akses pendidikan.

Ketiga, penguatan kerjasama multipihak. “Dalam paradigma collaborative governance, negara tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, masyarakat sipil, dan perguruan tinggi kudu menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Gus Ipul menekankan peran strategis kampus sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan kritik kebijakan. Ia juga membujuk para lulusan untuk menjadi problem solver dan pemasok perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Jika kemiskinan adalah rantai, maka pendidikan adalah kunci. Hari ini saudara-saudara telah memegang kunci itu,” katanya.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-46 Sarjana, Magister, dan Doktor Tahun Akademik 2025/2026 di UIN Datokarama Palu, Senin (20/4/2026). Foto: Dok. Kemensos

Lebih lanjut, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyinggung program Sekolah Rakyat sebagai instrumen mobilitas sosial untuk memastikan tidak ada anak Indonesia nan tertinggal akibat kondisi ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan nan sama, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial dan UIN Datokarama Palu nan ditandatangani langsung oleh Gus Ipul dan Rektor Lukman S. Thahir.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata memperkuat sinergi dalam penanganan golongan rentan, termasuk eks narapidana terorisme (Napiter), melalui pendekatan pemberdayaan dan pendampingan berbasis kebutuhan.

“Penanganan golongan rentan kudu komprehensif. Selain pemberdayaan ekonomi, juga krusial dilakukan proses destigmatisasi agar mereka dapat kembali diterima di masyarakat,” ujar Gus Ipul.

Selain itu, kerjasama juga bakal diwujudkan melalui program KKN Terintegrasi alias KKN Berkelanjutan, di mana mahasiswa bakal melakukan pendampingan berkepanjangan di desa hingga tercapai kemandirian masyarakat.

Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai momentum berhistoris bagi kampus. Ia menyampaikan pihaknya siap bekerja-sama dalam pendampingan ratusan eks Napiter di Sulawesi Tengah melalui program sosial, pemberdayaan, dan edukasi.

“Beliau (Gus Ipul) mau meningkatkan kemajuan ekonomi nan ada di Sulawesi Tengah. Kita juga bakal melaksanakan tugas pendampingan, ada kurang lebih seratusan eks Napiter nan ada di Sulawesi Tengah,” kata Lukman.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan