Maruarar Ingin Renovasi Rumah Kumuh Menteng Tenggulun Beres 75 Hari

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan pembaharuan rumah tidak layak huni (RTLH) dan revitalisasi permukiman kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat bakal selesai pada 15 Juni 2026.

Menteri nan kerap disapa Ara ini menjelaskan 152 rumah nan tengah direnovasi ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026.

"Sebanyak 152 rumah nan sedang direnovasi, semua bakal selesai pada 15 Juni 2026," kata Ara saat meninjau pembaharuan RTLH dan revitalisasi permukiman kumuh di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Ara merinci, progres pembaharuan rumah di letak tersebut saat ini telah mencapai 11,89%, dengan rincian sebanyak 2 rumah sudah selesai di renovasi, 101 rumah tetap dalam proses renovasi, dan 49 rumah tetap belum ditangani namalain belum direnovasi. Pihaknya pun menargertkan 49 rumah nan belum direnovasi bakal selesai pada 30 April mendatang.

"Progres sudah 11,89%, 2 rumah sudah selesai direnovasi ialah rumah Pak Sapri dan Pak Tatang, 101 rumah tetap dalam proses, dan 49 belum direnovasi. nan belum ditangani bakal selesai 30 April 2026, dan semuanya bakal selesai 15 Juni 2026," lanjutnya.

Tak hanya pembaharuan hunian, UMKM setempat didukung dari segi modal maupun pembangunan. Sebanyak 35 UMKM dibantu di area ini.

"Selain renovasi, kami juga bakal bina 35 UMKM di sini berbareng ladies bankers-bankers," ujarnya.

Selain itu, lingkungan sekitar area ini juga dipugar. Terdapat penataan jalan penyeberangan, menambahkan mural, ruang terbuka hijau, serta toilet umum.

Program ini menjadi langkah awal pemerintah dalam meningkatkan kualitas kediaman sekaligus menata lingkungan agar lebih layak dan nyaman.

Dengan mengusung konsep Kampung Gotong Royong, penataan area Menteng Tenggulun dijadwalkan berjalan selama 75 hari, mulai 1 April hingga 15 Juni 2026.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News