Kronologi Wanita Nyopet di Tanah Abang hingga Diarak Berkalung 'Saya Copet'

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Seorang wanita diberi hukuman sosial usai kepergok mencopet di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia diarak dan dikalungi poster bertuliskan 'Saya Copet' hingga disoraki warga.

Momen ini terekam video amatir dan viral di media sosial. Perempuan nan belakangan diketahui berinisial EM asal Bekasi ini terlihat diarak di jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Stasiun Tanah Abang.

Kedua tangan wanita tersebut diborgol. Selama diarak keliling sekitar lokasi, wanita tersebut tak kuasa menahan malu hingga menutupi wajahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gantungan tulisan 'Saya Copet' membuatnya menjadi pusat perhatian warga. Warga pun menyorakinya.

Kepergok Nyopet iPhone

Peristiwa ini bermulai pada Senin (20/4) sekitar pukul 16.00 WIB. ES saat itu ketahuan mencopet ponsel merek iPhone milik seorang wanita nan sedang shopping di area Tanah Abang.

"Pada saat korban sedang berbelanja dan memilih peralatan belanjaan, sembari menunggu kereta tanpa disadari HP nan ada di dalam tas hilang," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo kepada wartawan, Selasa (21/4).

Saat menyadari HP-nya dicopet, korban langsung meminta support petugas keamanan di lokasi. Pelaku pun akhirnya tertangkap.

"Karena korban sadar kemudian korban mengejar diduga pelaku, dengan support sekuriti Pak Abizar dan Dodi akhirnya diduga pelaku sukses diamankan," ujar Dhimas.

Diarak dan Dikalungi 'Saya Copet'

Setelah sempat menahan pelaku, pengelola JPM kemudian mengaraknya keliling di sekitar lokasi. Cara ini dilakukan agar pelaku jera dan visitor sadar kudu tetap berhati-hati.

"Kemudian oleh pengelola untuk buat pengaruh jera diduga pelaku diarak mengelilingi JPM dengan mengalungi tulisan 'saya copet'. Setelah itu, pelaku dipulangkan oleh pihak pengelola JPM," kata Dhimas.

Akan tetapi, korban tidak membawa pelaku sampai ke polisi saat itu. Alasan korban lantaran telah mendapatkan kembali barangnya dan melanjutkan pulang.

"Karena korban tidak mau membikin laporan polisi dan terburu-buru naik kereta untuk pulang kampung. Selanjutnya, peralatan bukti diserahkan kembali ke korban dan selanjutnya diduga pelaku dibawa ke instansi pengelola," katanya.

(tsy/mea)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News